Presiden Aspek Ungkap 10 Harapan Buruh Indonesia di May Day 2025
Selasa, 29 April 2025 - 11:51 WIB
loading...
Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) Muhamad Rusdi mengungkapkan 10 harapan buruh di Hari Buruh Internasional (May Day) pada Kamis, 1 Mei 2025. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) Muhamad Rusdi mengungkapkan 10 harapan buruh di Hari Buruh Internasional ( May Day ) pada Kamis, 1 Mei 2025. Aspek Indonesia akan mengerahkan anggotanya dari Jabodetabek untuk melakukan aksi damai berpusat di Jakarta pada May Day nanti.
Rusdi menjelaskan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perjuangan buruh untuk mendesak pemerintah dan DPR agar segera menyusun dan mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang berpihak kepada pekerja. Aksi ini membawa pesan utama buruh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengubur Omnibus Law Cipta Kerja dan menghadirkan UU Ketenagakerjaan Pro Buruh.
Aspek Indonesia juga menegaskan pentingnya penguatan peran dan kehadiran negara dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan dari hulu ke hilir. Dia meminta agar roh dan orientasi dari pembangunan ekonomi nasional dan ketenagakerjaan harus sejalan dengan semangat dan cita cita para pendiri bangsa yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yakni mencerdaskan, melindungi, menyejahterakan, dan negara aktif dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan aktif dalam wujudkan hubungan industrial yang berkeadilan.
Baca juga: Buruh KBMI Dipastikan Ikut Peringatan May Day di Monas
Rusdi menjelaskan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perjuangan buruh untuk mendesak pemerintah dan DPR agar segera menyusun dan mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang berpihak kepada pekerja. Aksi ini membawa pesan utama buruh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengubur Omnibus Law Cipta Kerja dan menghadirkan UU Ketenagakerjaan Pro Buruh.
Aspek Indonesia juga menegaskan pentingnya penguatan peran dan kehadiran negara dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan dari hulu ke hilir. Dia meminta agar roh dan orientasi dari pembangunan ekonomi nasional dan ketenagakerjaan harus sejalan dengan semangat dan cita cita para pendiri bangsa yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yakni mencerdaskan, melindungi, menyejahterakan, dan negara aktif dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan aktif dalam wujudkan hubungan industrial yang berkeadilan.
Baca juga: Buruh KBMI Dipastikan Ikut Peringatan May Day di Monas
Lihat Juga :