Kesaksian dan BAP Berbeda, Saksi Rahmat Setiawan Tonidaya Dicecar Pertemuan Wahyu dan Hasto di KPU

Jum'at, 25 April 2025 - 14:09 WIB
loading...
Kesaksian dan BAP Berbeda,...
Sidang kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) Anggota DPR dan perintangan penyidikannya dengan terdakwa Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (25/4/2025). FOTO/NUR KHABIBI
A A A
JAKARTA - Sekretaris mantan Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan , Rahmat Setiawan Tonidaya dicecar jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pertemuan Wahyu Setiawan dengan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di Kantor KPU. Sebab, antara keterangan Toni di ruang sidang dan BAP terdapat perbedaan.

Hal itu terjadi saat Toni menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) Anggota DPR dan perintangan penyidikannya dengan terdakwa Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (25/4/2025). Awalnya, JPU menanyakan pengetahuan saksi perihal pertemuan Wahyu dan Hasto. Toni pun mengamini pernah melihat pertemuan mereka.

"Bisa diceritakan kapan kejadiannya?" tanya JPU.



"Waktu itu kalau tidak salah di akhir bulan Agustus, 2019. sedang saat istirahat rekapitulasi rapat pleno terbuka. Jadi beliau bersama saksi partai politik yang lain ke ruangan bapak (Wahyu)," kata Toni.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut terjadi di ruangan Wahyu yang saat itu sebagai komisioner KPU. Di ruangan tersebut digunakan untuk merokok.

"Itu masih ingat tanggalnya?" tanya JPU.

"Mohon izin, saya lupa," jawab Toni.

"Apakah 31 Agustus? Pas penetapan pleno suara itu?" tanya JPU.

"Iya, bisa jadi," timpal Toni.

"Di situ Pak Hasto dengan yang lain, saya lupa dari partai politik apa, ke ruangan Pak Wahyu Setiawan untuk merokok," kata Toni menjelaskan siapa saja yang ada di ruangan tersebut.

Baca juga: Sidang Lanjutan Hasto Kristiyanto Kembali Digelar, 3 Saksi Dihadirkan

Mendengar penjelasan tersebut, JPU menemui adanya perbedaan dengan apa yang termuat dalam BAP Toni. Dalam BAP+nya JPU menyebutkan, Hasto ke ruangan Wahyu bukan bersama kader partai politik lain, tapi bersama saksi caleg PDIP.

"Ini saya crosscheck keteragan saudara ya, saudara kan tidak menyebutkan partai politik yang lain, tapi menyebutkan para saksi dari para caleg dari PDIP. Ini saya bacakan keterangan saudara di BAP nomor 9," kata JPU.

"Di situ saudara menjawab di sekitar bulan Mei, bukan di bulan Agustus ya, 'bahwa pada sekitar bulai Mei 2019 atau pada saat pentahapan pileg berupa rekapitulasi perolehan suara pileg DPR RI pada jam kerja atau siang hari, saya mengetahui jika Hasto Kristiyanto pernah datang ke kantor KPU RI Pusat dan menemui Wahyu Setiawan. Pada saat itu saya sedang bertugas sebagai sektretaris pimpinan KPU RI Wahyu Setiawan, bahwa ruang kerja saya berada di depan ruang Wahyu Setiawan sehingga saya bisa mengetahui secara jelas bahwa Hasto Kristiyanto datang bersama dengan para saksi caleg dari PDIP, bahwa pertemuan tersebut terjadi di ruang kerja Wahyu Setiawan dan pada saat itu Wahyu Setiawan sedang ada di ruang kerja, adapun agenda yang dibahas saya tidak tahu, saya tidak ikut, tetapi pada saat itu momentumnya pentahapan pileg DPR RI berupa rekapitulasi perolehan suara, dikarenakan Hasto Kristiyanto didampingi oleh para saksi caleg dari PDIP, maka kemungkinan besar yang dibahas adalah terkait dengan pileg'," kata JPU membacakan BAP Toni.

"Jadi yang benar yang mana? satu tadi saudara sebutkan bulannya Agustus, tapi di keterangan ini bulan Mei, kemudian yang kedua, saudara sebutkan tadi bersama dengan anggota parpol lain, tapi di sini saudara sebutkan caleg dari PDIP, mana yang benar?" cecar JPU.

"Mohon izin penuntut umum, kalau bulan itu saya lupa, itu intinya di tahapan di rekapitulasi tahapan terbuka di waktu pileg. Untuk tahapan itu memang dari Mei, kalau tidak salah sudah mulai rekapitulasi sampai bulan Agustus itu penetapannya," kata Toni.

"Untuk teman Pak Hasto itu memang termasuk saksi partai PDIP juga ada, karena Pak Hasto, izin, sepengetahuan kami bukan saksi. Jadi saksi caleg atau pileg itu saya lupa namanya siapa, tapi beliaunya juga ada di situ," kata Toni.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Isu Suap Bea Cukai, Hotman Paris: Bawa Buktimu!
Rekomendasi
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved