BP Taskin Mulai Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Kuningan
Selasa, 22 April 2025 - 18:57 WIB
loading...
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat kunjungan ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa (22/4/2025). BP Taskin menetapkan Kabupaten Kuningan sebagai lokasi proyek percontohan pengentasan kemiskinan. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) memulai langkah konkret dalam upayanya mengatasi kemiskinan dengan menetapkan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat sebagai lokasi proyek percontohan (pilot project). Kunjungan langsung dilakukan oleh Budiman Sudjatmiko selaku pimpinan BP Taskin bersama Wakil Kepala BP Taskin, Nanik Deyang, serta lima tenaga ahli lainnya.
Kunjungan ini merupakan respons atas undangan dari Bupati Kuningan yang sebelumnya meminta dukungan Budiman dan jajarannya untuk mempercepat penanganan kemiskinan di wilayahnya. Dalam pertemuan tersebut, telah disepakati kerja sama antara Pemkab Kuningan dan BP Taskin untuk memulai proyek percontohan di berbagai sektor krusial, seperti pendidikan, pertanian, dan perumahan.
Salah satu titik perhatian utama kunjungan ini adalah kondisi perumahan masyarakat desa, yang sebagian besar dihuni oleh petani namun dalam keadaan memprihatinkan. Banyak rumah yang berdiri di atas lahan tanpa sertifikat kepemilikan, dan lahan kosong pun masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan warga.
"Kita melihat bagaimana tanah yang ada yang sudah ditempati lama sampai saat ini masih berstatus tanpa pemilik. Seharusnya kepala desa mempunyai diskresi untuk melepaskan aset desa sejauh untuk melepaskan kemiskinan," ujar Budiman, Selasa (22/4/2025).
Ia juga menambahkan, "Karena, Pak Prabowo sendiri pernah mengatakan tanah yang menjadi aset bisa diberdayakan untuk mengentaskan kemiskinan".
Di sektor pertanian, BP Taskin meninjau pemanfaatan teknologi modern, seperti penggunaan drone untuk penyebaran pupuk di Kecamatan Cimahi. Budiman menekankan pentingnya peningkatan teknologi pertanian guna menunjang kesejahteraan petani dan peningkatan produksi.
Masalah pendidikan pun tak luput dari perhatian. Budiman menerima laporan dari Camat Cimahi, Dian Ahmad, mengenai kondisi sekolah-sekolah di daerah tersebut yang banyak mengalami kerusakan.
"Selama ini, urusan pendidikan di Kecamatan Cimahi sering kali ditangani secara pribadi oleh warga setempat. Kami berharap pemerintah dapat membantu masalah pendidikan di Kuningan," ujar Dian Ahmad.
Baca juga: BP Taskin Targetkan Kemiskinan Ekstrem Hilang dalam 2 Tahun
Sebagai penutup rangkaian kunjungan, BP Taskin meresmikan organisasi mitranya, Bakti Taskin, di Pendopo Bupati Kuningan. Organisasi yang terdiri dari teknokrat dan sosiopreneur ini diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mengatasi kemiskinan secara konkret.
"Apabila dalam lima tahun ke depan Bakti Taskin tidak mampu mengubah keadaan, Kuningan saat ini masih seperti saat ini, berarti organisasi ini gagal," kata Budiman dalam sambutannya.
Untuk mendukung keberhasilan proyek ini, BP Taskin akan segera melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian PUPR untuk urusan irigasi dan Kemendagri terkait optimalisasi kinerja kepala desa.
"Secepatnya akan kita koordinasikan dengan institusi lain," kata Despen Ompusunggu, salah satu tenaga profesional BP Taskin yang terlibat dalam perumusan proyek ini.
Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan Kabupaten Kuningan bisa menjadi model sukses pengentasan kemiskinan berbasis kolaborasi dan inovasi lintas sektor.
Kunjungan ini merupakan respons atas undangan dari Bupati Kuningan yang sebelumnya meminta dukungan Budiman dan jajarannya untuk mempercepat penanganan kemiskinan di wilayahnya. Dalam pertemuan tersebut, telah disepakati kerja sama antara Pemkab Kuningan dan BP Taskin untuk memulai proyek percontohan di berbagai sektor krusial, seperti pendidikan, pertanian, dan perumahan.
Salah satu titik perhatian utama kunjungan ini adalah kondisi perumahan masyarakat desa, yang sebagian besar dihuni oleh petani namun dalam keadaan memprihatinkan. Banyak rumah yang berdiri di atas lahan tanpa sertifikat kepemilikan, dan lahan kosong pun masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan warga.
"Kita melihat bagaimana tanah yang ada yang sudah ditempati lama sampai saat ini masih berstatus tanpa pemilik. Seharusnya kepala desa mempunyai diskresi untuk melepaskan aset desa sejauh untuk melepaskan kemiskinan," ujar Budiman, Selasa (22/4/2025).
Ia juga menambahkan, "Karena, Pak Prabowo sendiri pernah mengatakan tanah yang menjadi aset bisa diberdayakan untuk mengentaskan kemiskinan".
Di sektor pertanian, BP Taskin meninjau pemanfaatan teknologi modern, seperti penggunaan drone untuk penyebaran pupuk di Kecamatan Cimahi. Budiman menekankan pentingnya peningkatan teknologi pertanian guna menunjang kesejahteraan petani dan peningkatan produksi.
Masalah pendidikan pun tak luput dari perhatian. Budiman menerima laporan dari Camat Cimahi, Dian Ahmad, mengenai kondisi sekolah-sekolah di daerah tersebut yang banyak mengalami kerusakan.
"Selama ini, urusan pendidikan di Kecamatan Cimahi sering kali ditangani secara pribadi oleh warga setempat. Kami berharap pemerintah dapat membantu masalah pendidikan di Kuningan," ujar Dian Ahmad.
Baca juga: BP Taskin Targetkan Kemiskinan Ekstrem Hilang dalam 2 Tahun
Sebagai penutup rangkaian kunjungan, BP Taskin meresmikan organisasi mitranya, Bakti Taskin, di Pendopo Bupati Kuningan. Organisasi yang terdiri dari teknokrat dan sosiopreneur ini diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mengatasi kemiskinan secara konkret.
"Apabila dalam lima tahun ke depan Bakti Taskin tidak mampu mengubah keadaan, Kuningan saat ini masih seperti saat ini, berarti organisasi ini gagal," kata Budiman dalam sambutannya.
Untuk mendukung keberhasilan proyek ini, BP Taskin akan segera melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian PUPR untuk urusan irigasi dan Kemendagri terkait optimalisasi kinerja kepala desa.
"Secepatnya akan kita koordinasikan dengan institusi lain," kata Despen Ompusunggu, salah satu tenaga profesional BP Taskin yang terlibat dalam perumusan proyek ini.
Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan Kabupaten Kuningan bisa menjadi model sukses pengentasan kemiskinan berbasis kolaborasi dan inovasi lintas sektor.
(abd)
Lihat Juga :