Generasi Muda FKPPI Komitmen Jaga Demokrasi di Tengah Transformasi Peran TNI
Jum'at, 18 April 2025 - 06:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Politikus Gerindra Tegaskan Tak Ada Dwifungsi dalam UU TNI Baru
![Generasi Muda FKPPI Komitmen Jaga Demokrasi di Tengah Transformasi Peran TNI]()
“Kami berasal dari keluarga besar pejuang. Darah TNI-Polri mengalir di tubuh kami. Tapi justru karena itulah kami paham bahwa kekuatan sejati militer terletak pada pengabdian, bukan dominasi. UU TNI yang baru disahkan harus melibatkan rakyat, terutama generasi muda yang akan mewarisi dampaknya,” ujar Shandy.
GM FKPPI bukan organisasi biasa. Dibentuk sebagai sayap pemuda dari Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI), GM FKPPI menaungi anak-anak dari purnawirawan TNI dan Polri yang sejak lahir tumbuh dalam kultur kedisiplinan, pengabdian, dan cinta Tanah Air. Organisasi ini berakar kuat pada nasionalisme organik, bukan hasil didikan akademis semata, melainkan pengalaman langsung dalam keluarga yang berjuang mempertahankan NKRI.
Dalam konteks itu, posisi GM FKPPI terhadap isu pertahanan nasional selalu dibangun atas prinsip menjaga keseimbangan antara kekuatan negara dan kedaulatan rakyat. Mereka menolak militerisme, tetapi juga tak antimiliter. Mereka memahami peran penting TNI sebagai garda terdepan pertahanan, namun dengan koridor demokrasi yang sehat.
Baca juga: Adies Kadir: Pengesahan RUU TNI Menyelaraskan Ketahanan dengan Dinamika Zaman
Sedangkan pemaparan pertama disampaikan oleh Dr. Rasminto, yang mengurai urgensi yuridis dan institusional dari UU TNI yang baru disahkan. Ia menekankan bahwa perubahan konstelasi keamanan global dan kawasan Asia-Pasifik menuntut adaptasi struktur TNI yang lebih responsif dan legal formal.
“Pembentukan struktur seperti Kogabwilhan dan Koopsus belum sepenuhnya diakomodasi dalam UU TNI sebelumnya. Revisi ini dibutuhkan agar struktur organisasi dan operasi TNI memiliki dasar hukum yang kuat dan relevan terhadap tantangan mutakhir, termasuk serangan siber dan penanggulangan bencana,” ungkapnya.
.jpg)
“Kami berasal dari keluarga besar pejuang. Darah TNI-Polri mengalir di tubuh kami. Tapi justru karena itulah kami paham bahwa kekuatan sejati militer terletak pada pengabdian, bukan dominasi. UU TNI yang baru disahkan harus melibatkan rakyat, terutama generasi muda yang akan mewarisi dampaknya,” ujar Shandy.
GM FKPPI bukan organisasi biasa. Dibentuk sebagai sayap pemuda dari Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI), GM FKPPI menaungi anak-anak dari purnawirawan TNI dan Polri yang sejak lahir tumbuh dalam kultur kedisiplinan, pengabdian, dan cinta Tanah Air. Organisasi ini berakar kuat pada nasionalisme organik, bukan hasil didikan akademis semata, melainkan pengalaman langsung dalam keluarga yang berjuang mempertahankan NKRI.
Dalam konteks itu, posisi GM FKPPI terhadap isu pertahanan nasional selalu dibangun atas prinsip menjaga keseimbangan antara kekuatan negara dan kedaulatan rakyat. Mereka menolak militerisme, tetapi juga tak antimiliter. Mereka memahami peran penting TNI sebagai garda terdepan pertahanan, namun dengan koridor demokrasi yang sehat.
Baca juga: Adies Kadir: Pengesahan RUU TNI Menyelaraskan Ketahanan dengan Dinamika Zaman
Sedangkan pemaparan pertama disampaikan oleh Dr. Rasminto, yang mengurai urgensi yuridis dan institusional dari UU TNI yang baru disahkan. Ia menekankan bahwa perubahan konstelasi keamanan global dan kawasan Asia-Pasifik menuntut adaptasi struktur TNI yang lebih responsif dan legal formal.
“Pembentukan struktur seperti Kogabwilhan dan Koopsus belum sepenuhnya diakomodasi dalam UU TNI sebelumnya. Revisi ini dibutuhkan agar struktur organisasi dan operasi TNI memiliki dasar hukum yang kuat dan relevan terhadap tantangan mutakhir, termasuk serangan siber dan penanggulangan bencana,” ungkapnya.
Lihat Juga :