Kemhan: Pembelian Pesawat Tempur Canggih F-15EX Tunggu Kemenkeu
Kamis, 17 April 2025 - 23:37 WIB
loading...
A
A
A
Di samping itu, F-15EX merupakan versi paling canggih dari F-15. Pesawat tempur ini dapat mengangkut berbagai macam senjata dari rudal udara-ke-udara jarak menengah sampai jarak jauh, bom hingga bisa dilengkapi juga dengan senjata mesin. Selain itu, jet tempur ini juga dibenamkan sistem radar canggih AN/APG-82 Raytheon Technologies yang membuat pesawat dapat melacak target dengan akurasi yang tinggi.
Webinar yang dimoderatori Co-Founder ISDS, Erik Purnama Putra ini berlangsung selama 60 menit dengan format tanya jawab secara langsung antara peserta dengan Brigjen Frega Wenas. Selain seputar jet tempur F-15EX, banyak tema-tema menarik yang muncul dalam webinar tersebut, yakni kemungkinan rencana penerapan wajib militer di Indonesia, situasi keamanan di Papua, kolaborasi memperluas teknologi drone, keamanan siber, hingga rudal balistik antara Indonesia dan Qatar, keunggulan industri pertahanan dalam negeri yang tidak kalah dengan negara lain, dan lain sebagainya.
Menurut CEO ISDS Dwi Sasongko, webinar merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh lembaganya untuk meningkatkan komunikasi antara Masyarakat dengan instansi-instansi pemerintah terkait isu pertahanan. Dia berharap, event seperti ini dapat menjadi jembatan komunikasi yang baik terkait isu-isu pertahanan di Indonesia.
"Kami melihat perlu adanya dialog antara masyarakat dengan pihak Kementerian Pertahanan secara langsung terkait isu-isu pertahanan," ujar Dwi yang juga Co-Founder ISDS ini.
Webinar ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, di antaranya dari mahasiswa, dosen, aktivis, pemerhati isu pertahanan, masyarakat umum, hingga awak media.
Webinar yang dimoderatori Co-Founder ISDS, Erik Purnama Putra ini berlangsung selama 60 menit dengan format tanya jawab secara langsung antara peserta dengan Brigjen Frega Wenas. Selain seputar jet tempur F-15EX, banyak tema-tema menarik yang muncul dalam webinar tersebut, yakni kemungkinan rencana penerapan wajib militer di Indonesia, situasi keamanan di Papua, kolaborasi memperluas teknologi drone, keamanan siber, hingga rudal balistik antara Indonesia dan Qatar, keunggulan industri pertahanan dalam negeri yang tidak kalah dengan negara lain, dan lain sebagainya.
Menurut CEO ISDS Dwi Sasongko, webinar merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh lembaganya untuk meningkatkan komunikasi antara Masyarakat dengan instansi-instansi pemerintah terkait isu pertahanan. Dia berharap, event seperti ini dapat menjadi jembatan komunikasi yang baik terkait isu-isu pertahanan di Indonesia.
"Kami melihat perlu adanya dialog antara masyarakat dengan pihak Kementerian Pertahanan secara langsung terkait isu-isu pertahanan," ujar Dwi yang juga Co-Founder ISDS ini.
Webinar ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, di antaranya dari mahasiswa, dosen, aktivis, pemerhati isu pertahanan, masyarakat umum, hingga awak media.
(cip)
Lihat Juga :