BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur Akibat Bibit Siklon Tropis
Sabtu, 12 April 2025 - 22:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Operasi Modifikasi Cuaca Makan Biaya Rp200 Juta Sekali Sorti Penerbangan
Oleh karenanya, kata dia, perlunya kewaspadaan terhadap potensi dampak langsung dari bibit Siklon Tropis 96 S tersebut di beberapa wilayah Indonesia timur, terutama dalam periode 12–13 April 2025.
Sementara, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengungkapkan bahwa BMKG mendeteksi adanya potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Timor, serta di wilayah Maluku bagian selatan seperti Kepulauan Sermata dan Leti. Selain itu, angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah yang sama.
Guswanto juga menyebut bahwa bibit siklon ini menyebabkan gelombang laut dengan ketinggian signifikan. Gelombang setinggi 1,25 – 2,5 meter (kategori sedang) berpotensi terjadi di Laut Arafuru bagian barat, Perairan Kepulauan Leti-Babar, dan perairan Pulau Sawu hingga Kupang–Pulau Rote. Sementara itu, gelombang tinggi antara 2,5 – 4,0 meter (kategori tinggi) diperkirakan terjadi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menambahkan bahwa kondisi atmosfer di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan turut dipengaruhi oleh sejumlah fenomena cuaca global dan regional, seperti aktifnya MJO spasial, gelombang Rossby dan Kelvin, serta dinamika Low Frequency yang intens di wilayah timur dan selatan Indonesia.
“Kami juga mengamati adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra Barat dan perairan barat daya Banten, yang memicu terbentuknya daerah konvergensi dari Bengkulu hingga Lampung dan dari Jawa Timur hingga Jawa Barat. Ini turut meningkatkan potensi hujan lebat di berbagai wilayah,” kata Andri.
Oleh karenanya, kata dia, perlunya kewaspadaan terhadap potensi dampak langsung dari bibit Siklon Tropis 96 S tersebut di beberapa wilayah Indonesia timur, terutama dalam periode 12–13 April 2025.
Sementara, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengungkapkan bahwa BMKG mendeteksi adanya potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Timor, serta di wilayah Maluku bagian selatan seperti Kepulauan Sermata dan Leti. Selain itu, angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah yang sama.
Guswanto juga menyebut bahwa bibit siklon ini menyebabkan gelombang laut dengan ketinggian signifikan. Gelombang setinggi 1,25 – 2,5 meter (kategori sedang) berpotensi terjadi di Laut Arafuru bagian barat, Perairan Kepulauan Leti-Babar, dan perairan Pulau Sawu hingga Kupang–Pulau Rote. Sementara itu, gelombang tinggi antara 2,5 – 4,0 meter (kategori tinggi) diperkirakan terjadi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menambahkan bahwa kondisi atmosfer di wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan turut dipengaruhi oleh sejumlah fenomena cuaca global dan regional, seperti aktifnya MJO spasial, gelombang Rossby dan Kelvin, serta dinamika Low Frequency yang intens di wilayah timur dan selatan Indonesia.
“Kami juga mengamati adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra Barat dan perairan barat daya Banten, yang memicu terbentuknya daerah konvergensi dari Bengkulu hingga Lampung dan dari Jawa Timur hingga Jawa Barat. Ini turut meningkatkan potensi hujan lebat di berbagai wilayah,” kata Andri.
Lihat Juga :