Mahfud MD Sebut Hukum dan Konstitusi Tak Bisa Halangi Nepotisme di Pilkada
Sabtu, 05 September 2020 - 12:06 WIB
loading...
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyinggung isu nepotisme yang terjadi pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 . Hal itu dikatakannya saat menjadi pembicara utama dalam Webinar bertajuk 'Pilkada dan Konsolidasi Demokrasi Lokal', Sabtu (5/9/2020).
Mahfud mengaku menerima banyak sekali kritikan yang menyebut bahwa Pilkada 2020 ini mengandung unsur nepotisme. Ia mengatakan, kritikan itu sah-sah saja jika masyarakat melihatnya seperti itu.
"Tetapi harus kita katakan, tidak ada jalan hukum dan jalan konstitusi yang bisa menghalangi orang itu berdasar nepotisme atau sistem kekeluargaan sekalipun, tidak ada," kata Mahfud dalam webinar tersebut.
(Baca juga: Tak Dukung Gibran, Elektabilitas PKS Secara Nasional Dinilai Bisa Naik ).
Menurutnya, tidak semua calon yang disebut-sebut maju karena lewat jalur nepotisme ini tidak memiliki niat yang baik untuk membenahi daerahnya. Dia menceritakan, dahulu di suatu kabupaten di Bangkalan, Madura pernah ada seorang adik yang ingin maju dalam pilbup lantaran melihat pemerintahan yang dipimpin kakaknya tidak berjalan dengan baik.
Mahfud mengaku menerima banyak sekali kritikan yang menyebut bahwa Pilkada 2020 ini mengandung unsur nepotisme. Ia mengatakan, kritikan itu sah-sah saja jika masyarakat melihatnya seperti itu.
"Tetapi harus kita katakan, tidak ada jalan hukum dan jalan konstitusi yang bisa menghalangi orang itu berdasar nepotisme atau sistem kekeluargaan sekalipun, tidak ada," kata Mahfud dalam webinar tersebut.
(Baca juga: Tak Dukung Gibran, Elektabilitas PKS Secara Nasional Dinilai Bisa Naik ).
Menurutnya, tidak semua calon yang disebut-sebut maju karena lewat jalur nepotisme ini tidak memiliki niat yang baik untuk membenahi daerahnya. Dia menceritakan, dahulu di suatu kabupaten di Bangkalan, Madura pernah ada seorang adik yang ingin maju dalam pilbup lantaran melihat pemerintahan yang dipimpin kakaknya tidak berjalan dengan baik.
Lihat Juga :