Menakar Peluang Jokowi Gabung PSI
Kamis, 27 Maret 2025 - 16:41 WIB
loading...
Peluang mantan Presiden Jokowi gabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai masih sangat terbuka. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro mengatakan bahwa peluang Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) gabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih sangat terbuka.
Apalagi, semenjak PSI mendeklarasikan akan mengikuti konsep Partai Super Terbuka, tidak pernah ada penolakan dari Jokowi.
Baca juga: Respons Sinyal Jokowi Gabung PSI, Golkar Yakin Punya Hitungan Politik sebelum Menentukan
“Kemungkinan Jokowi bergabung dengan PSI itu ada. Karena dari awal konsep Partai Super Terbuka diambil PSI, Jokowi nyaman dan tidak ada penolakan,” ujar Agung, Kamis (27/3/2025).
Kendati demikian, dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan juga jika Jokowi memutuskan tidak berpartai. Namun, persentasenya kecil.
Agung mengatakan, Jokowi sampai saat ini masih berusaha untuk mempertahankan legacy-nya.
“Sedikit banyak beliau ingin legacy-nya itu ingin punya napas yang panjang seperti SBY (Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati (Megawati Soekarnoputri),” ujarnya.
Baca juga: Momen Hangat Prabowo Dampingi Jokowi Buka Kongres Legiun Veteran dan Munas Istri Veteran
Untuk itu, dia menilai Jokowi perlu kendaraan partai politik agar memastikan legacy-nya dapat terus dipertahankan.
“Agar legacy-nya bertahan, dia harus memiliki partai. Karena kalau hanya atas nama perorangan akan pudar. Dan sepertinya Jokowi tidak mau itu terjadi,” pungkasnya.
Diketahui, sinyal Jokowi gabung ke partai besutan Kaesang Pangarep menguat.
Terlebih, Kaesang berencana mengganti nama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi PSI Perorangan yang mengacu pada konsep Partai Super Terbuka. Partai Super Terbuka merupakan gagasan Jokowi.
Apalagi, semenjak PSI mendeklarasikan akan mengikuti konsep Partai Super Terbuka, tidak pernah ada penolakan dari Jokowi.
Baca juga: Respons Sinyal Jokowi Gabung PSI, Golkar Yakin Punya Hitungan Politik sebelum Menentukan
“Kemungkinan Jokowi bergabung dengan PSI itu ada. Karena dari awal konsep Partai Super Terbuka diambil PSI, Jokowi nyaman dan tidak ada penolakan,” ujar Agung, Kamis (27/3/2025).
Kendati demikian, dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan juga jika Jokowi memutuskan tidak berpartai. Namun, persentasenya kecil.
Agung mengatakan, Jokowi sampai saat ini masih berusaha untuk mempertahankan legacy-nya.
“Sedikit banyak beliau ingin legacy-nya itu ingin punya napas yang panjang seperti SBY (Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati (Megawati Soekarnoputri),” ujarnya.
Baca juga: Momen Hangat Prabowo Dampingi Jokowi Buka Kongres Legiun Veteran dan Munas Istri Veteran
Untuk itu, dia menilai Jokowi perlu kendaraan partai politik agar memastikan legacy-nya dapat terus dipertahankan.
“Agar legacy-nya bertahan, dia harus memiliki partai. Karena kalau hanya atas nama perorangan akan pudar. Dan sepertinya Jokowi tidak mau itu terjadi,” pungkasnya.
Diketahui, sinyal Jokowi gabung ke partai besutan Kaesang Pangarep menguat.
Terlebih, Kaesang berencana mengganti nama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi PSI Perorangan yang mengacu pada konsep Partai Super Terbuka. Partai Super Terbuka merupakan gagasan Jokowi.
(shf)
Lihat Juga :