Menekraf Teuku Riefky Temui Menko Airlangga Bahas Ekraf
Rabu, 26 Maret 2025 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A

Baca juga: iNews Media Group dan Kementerian Ekonomi Kreatif Siap Berkolaborasi, Beri Ruang Berkarya Talenta Muda
Dalam sektor teknologi, Kemenko Perekonomian menyarankan untuk turut mendorong skema insentif bagi pengembang perangkat lunak (software development) yang berorientasi ekspor. "Produk digital memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas. Dengan dukungan skema insentif yang tepat, industri ini dapat berkembang lebih pesat," ujar Airlangga.
Kemenekraf saat ini mengadopsi pendekatan Hexalix, yang melibatkan kerja sama antara pemerintah, asosiasi industri, pelaku bisnis, lembaga keuangan, akademisi, serta komunitas kreatif. Sinergi ini bertujuan untuk mengatasi hambatan regulasi, memperbaiki sistem pembiayaan, serta meningkatkan daya saing ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan baru (new engine of growth).
Menekraf Riefky juga menekankan pentingnya keakuratan data dalam distribusi KUR. "Saat ini, presentasi distribusi KUR untuk ekonomi kreatif hanya 2,4%. Kami berharap Kemenko Perekonomian dapat mendukung revisi kebijakan agar lebih banyak pelaku ekraf yang memperoleh manfaat dari program ini," ujarnya.
Selain itu, Kemenekraf meminta Kementerian Keuangan untuk mengeluarkan kebijakan jasa penilai khusus bagi Kekayaan Intelektual (KI) yang bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Langkah ini bertujuan agar KI dapat diakui sebagai aset berharga dalam skema pembiayaan.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengevaluasi proyek ekonomi kreatif yang telah berjalan untuk memastikan efektivitas kebijakan pendanaan. "Kami menyoroti perlunya harmonisasi regulasi terkait pembiayaan komersial dan KUR, agar pelaku usaha yang telah memperoleh pinjaman komersial tetap bisa mengakses KUR jika memenuhi syarat," ujarnya.
Lihat Juga :