BNPT-Komisi XIII DPR Kolaborasi Bangun Kerangka Persatuan di Sumut
Selasa, 25 Maret 2025 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
Sugiat juga memberikan apresiasi terhadap laporan BNPT terkait kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI) yang menyatakan bubar dan kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, pencapaian ini sangat signifikan, mengingat JI dikenal sebagai kelompok yang aktif dalam radikalisasi dan penolakan terhadap ideologi Pancasila.
"Alhamdulillah melalui pendekatan terus menerus, ribuan anggota JI menyatakan kembali ke NKRI, setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI," ujarnya.
Lebih lanjut, Sugiat juga menyoroti pentingnya sosialisasi persatuan kepada masyarakat, kampus, dan generasi muda agar tidak ada peluang bagi perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Ia menekankan, meski persaingan politik elit telah mereda, upaya menjaga kesatuan dan persatuan bangsa harus terus digalakkan.
"Jangan dipikir Indonesia akan eksis sampai kiamat kalau kita tidak jaga. Tugas kita di republik ini sangat berat, baik elit politik, mahasiswa, masyarakat, untuk terus membangun dan menjaga NKRI," katanya.
Mayjen TNI Sudaryanto mengungkapkan bahwa kegiatan dialog kebangsaan ini sangat penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan guna mencapai Indonesia Emas 2045. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat membantu menyatukan persepsi tentang pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan dalam berbangsa dan bernegara.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Dialog kebangsaan seperti ini sangat bagus untuk menyatukan persepsi bagaimana kita ke depan akan menjadi bangsa yang hebat dan maju," ujar Sudaryanto.
"Alhamdulillah melalui pendekatan terus menerus, ribuan anggota JI menyatakan kembali ke NKRI, setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI," ujarnya.
Lebih lanjut, Sugiat juga menyoroti pentingnya sosialisasi persatuan kepada masyarakat, kampus, dan generasi muda agar tidak ada peluang bagi perpecahan di tengah-tengah masyarakat. Ia menekankan, meski persaingan politik elit telah mereda, upaya menjaga kesatuan dan persatuan bangsa harus terus digalakkan.
"Jangan dipikir Indonesia akan eksis sampai kiamat kalau kita tidak jaga. Tugas kita di republik ini sangat berat, baik elit politik, mahasiswa, masyarakat, untuk terus membangun dan menjaga NKRI," katanya.
Mayjen TNI Sudaryanto mengungkapkan bahwa kegiatan dialog kebangsaan ini sangat penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan guna mencapai Indonesia Emas 2045. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat membantu menyatukan persepsi tentang pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan dalam berbangsa dan bernegara.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Dialog kebangsaan seperti ini sangat bagus untuk menyatukan persepsi bagaimana kita ke depan akan menjadi bangsa yang hebat dan maju," ujar Sudaryanto.
Lihat Juga :