Ekoteologi dan Puasa Ramadan

Minggu, 16 Maret 2025 - 19:36 WIB
loading...
A A A
Salah satu dari keterhubungan antara agama dengan lingkungan dalam konteks ekoteologi adalah praktik puasa Ramadan oleh umat Muslim. Bulan suci Ramadan tidak hanya menyangkut perintah menjalankan puasa, tapi juga menawarkan sebuah kesempatan bagi umat Muslim untuk merefleksikan kembali tanggung jawabnya sebagai khalifah terhadap lingkungan.

Kewajiban puasa di bulan Ramadan bukanlah sebuah perintah untuk pengorbanan manusia untuk menyakiti dirinya atau mendorong manusia ke arah kematian. Tidak ada satupun ayat Al-Qur’an atau hadits Nabi yang membicarakan perintah puasa dengan semangat ke arah kematian.

Bahkan, orang yang karena keletihan di perjalanan maupun kelemahan karena sakit diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Islam bahkan memperbolehkan umat Muslim mengkonsumsi sesuatu yang dalam keadaan normal diharamkan, jika itu dilakukan dalam keadaan darurat untuk menjaga kehidupan.

Puasa adalah kewajiban dalam rangka pertumbuhan spiritual, disiplin diri, dan empati terhadap mereka yang berada dalam ketakberuntungan. Karena itu, puasa Ramadan bukan semata-mata tentang haus dan dahaga, tapi lebih sebagai upaya untuk mendisiplinkan diri dari berbagai perilaku negatif dan menumbuhkan rasa spiritualitas yang dalam. Puasa Ramadan juga berimplikasi langsung pada pemeliharaan lingkungan.

Berbagai kerusakan alam semesta ini sebagian besar diakibatkan oleh kerakusan manusia dalam mengonsumsi sumber daya alam. Peningkatan pemanasan global, menyempitnya area hutan, pencemaran air dan udara, melelehnya es di kutub, punahnya jutaan spesies tanaman dan binatang, serta berbagai data kerusakan alam lain diakibatkan oleh keserakahan manusia dalam mengonsumsi sumber daya alam.

Ensiklik Paus Fransiskus “Laudato Si” yang berjudul “On Care for Our Common Home” yang kuat menyoroti bagaimana paradigma konsumerisme yang tak mengenal batas mengakibatkan kerusakan bumi yang menjadi rumah tinggal bersama.

Kerakusan tentu saja berbeda dengan kebutuhan. Kita memiliki takaran objektif atas sebuah kebutuhan, bahkan jika kebutuhan itu berbeda setiap orang. Tapi tidak akan ada batas untuk sebuah kerakusan. Kerakusan ibarat lubang hitam raksasa yang menyedot apa saja. Kebutuhan mungkin bisa dipenuhi dengan hitungan gaji, tapi kerakusan tak akan bisa dipenuhi sekalipun seluruh semesta dimasukkan ke dalam mulutnya.

Puasa menyadarkan kepada kita untuk membedakan antara kebutuhan dan kerakusan. Ketika kita menunda makan dan minum, ternyata kita tidak sakit atau mati. Itu artinya bahwa di situlah sebetulnya kadar kebutuhan makan dan minum kita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Mengapa Zulhijjah Termasuk...
Mengapa Zulhijjah Termasuk Bulan Haram? Begini Penjelasannya
Bukan Sekadar Tradisi!...
Bukan Sekadar Tradisi! Ini Manfaat Puasa Mutih yang Dilakukan Syifa Hadju sebelum Menikah
Ramadan Penuh Makna:...
Ramadan Penuh Makna: Berbagi dan Menjaga Kepedulian Sosial di Bulan Suci
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Solusi Praktis Pengurusan...
Solusi Praktis Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved