Partai Perindo Salurkan Bantuan, Korban Banjir Bekasi: Sangat Membantu
Jum'at, 07 Maret 2025 - 23:31 WIB
loading...
A
A
A
"Alhamdulillah saat ini ini kami sudah menerima bantuan takjil 100 paket ya, dan kami distribusikan ke posyandu, pos jaga di RW, insyaallah sebagian besar kami bagikan ke warga," ucapnya.
![Partai Perindo Salurkan Bantuan, Korban Banjir Bekasi: Sangat Membantu]()
"Alhamdulillah sangat membantu. Kondisi kami serba salah ya, susah keluar aksesnya terbatas (untuk beli makanan), ojek online kadang-kadang sampai salah karena lokasinya agak sulit," tambahnya.
Sementara itu, untuk bantuan air bersih yang telah diterima, akan diprioritaskan untuk membersihkan fasilitas umum di wilayahnya, seperti rumah ibadah atau posyandu. Nantinya, jika masih ada air sisa akan dibagikan ke warga untuk membersihkan rumahnya.
Pantauan di lokasi, kini kondisi di wilayah Kampung Cerewet masih banyak lumpur di jalan. Banyak juga sampah yang berserakan di ujung gang. Darmawan mengatakan bahwa musibah tahun ini lebih parah ketimbang banjir pada 2020. Sebab terjadinya peningkatan 30 persen dari ketinggian air ataupun limbah yang dihasilkan pascabanjir.
"Jadi selain limbah sampah ini, juga ada limbah lumpur. Ini jadi problem kami, jadi ada dua PR (pekerjaan rumah, red) kami di lingkungan, yaitu limbah sampah efek banjir ini dan juga lumpur. Ya mudah-mudahan ini kami semua bisa bersabar, kami bisa merapihkan PR kami ini," tuturnya.

"Alhamdulillah sangat membantu. Kondisi kami serba salah ya, susah keluar aksesnya terbatas (untuk beli makanan), ojek online kadang-kadang sampai salah karena lokasinya agak sulit," tambahnya.
Sementara itu, untuk bantuan air bersih yang telah diterima, akan diprioritaskan untuk membersihkan fasilitas umum di wilayahnya, seperti rumah ibadah atau posyandu. Nantinya, jika masih ada air sisa akan dibagikan ke warga untuk membersihkan rumahnya.
Pantauan di lokasi, kini kondisi di wilayah Kampung Cerewet masih banyak lumpur di jalan. Banyak juga sampah yang berserakan di ujung gang. Darmawan mengatakan bahwa musibah tahun ini lebih parah ketimbang banjir pada 2020. Sebab terjadinya peningkatan 30 persen dari ketinggian air ataupun limbah yang dihasilkan pascabanjir.
"Jadi selain limbah sampah ini, juga ada limbah lumpur. Ini jadi problem kami, jadi ada dua PR (pekerjaan rumah, red) kami di lingkungan, yaitu limbah sampah efek banjir ini dan juga lumpur. Ya mudah-mudahan ini kami semua bisa bersabar, kami bisa merapihkan PR kami ini," tuturnya.
Lihat Juga :