Indonesia Butuh 10.000 Perusahaan Baru Percepat Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 05 Maret 2025 - 12:13 WIB
loading...
Indonesia Butuh 10.000...
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menerima kunjungan Barisan Andalan Kesetiakawanan Pengentasan Kemiskinan (Bakti Taskin) di kantornya, Selasa (4/3/3025). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyatakan, Indonesia membutuhkan sekitar 10.000 perusahaan baru di berbagai sektor untuk mengurangi jumlah penduduk miskin. Ia berharap sebagian besar merupakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berkembang menjadi perusahaan.

Hal itu disampaikan Budiman Sudjatmiko saat menerima kunjungan Barisan Andalan Kesetiakawanan Pengentasan Kemiskinan (Bakti Taskin) di kantornya, Selasa (4/3/3025). Bakti Taskin terdiri dari beberapa pengusaha di berbagai bidang antara lain Suntoro (Presidium KP-Main), Muksalmina (Sekjend Apdesi-Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia), Benyamin Siwy (Pengusaha energi terbarukan dari Minyak Jelantah jadi bio avtur), Akbar (Jimmy Hantu Foundation yang melakukan pencegahan stunting, pengadaan dapur makan bergizi, dan pembuatan pekarangan bergizi di berbagai daerah), dan lainnya.

"Setidaknya, kalau kalian bisa membantu target kami mengangkat 7.500 BUMDes dan 2.500 lainnya adalah perusahaan swasta menengah dan perusahaan konglomerasi, maka akan lebih mudah bagi kita mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%," kata Budiman dalam keterangan tertulisnya dikutip, Rabu (5/3/2025).



Dalam kesempatan itu, Budiman Sudjatmiko mendorong Bakti Taskin bekerja sama dengan Apdesi. Kepala desa bertugas mencari data tentang kondisi kantong-kantong kemiskinan, sementara Bakti Taskin secara teknis membantu menarik investor, mengerahkan entrepreneur, serta menarik pegawai dari masyarakat miskin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamensos: Sekolah Rakyat...
Wamensos: Sekolah Rakyat Jembatan Emas Keluar dari Kemiskinan
Koperasi Desa Merah...
Koperasi Desa Merah Putih Diusulkan Terintegrasi dengan BUMDes
Prabowo Minta Percepat...
Prabowo Minta Percepat Kampung Nelayan untuk Pengentasan Kemiskinan
HUT ke-25, Baznas Ungkap...
HUT ke-25, Baznas Ungkap Kontribusi Nyata Zakat Menjawab Persoalan Besar Bangsa
Prabowo Bentuk Komite...
Prabowo Bentuk Komite Eksekutif Bantu Badan Percepatan Pembangunan Otsus Papua
Menag: Pengelolaan Zakat...
Menag: Pengelolaan Zakat yang Tepat Berpotensi Bebaskan 2 Juta Lebih Penduduk Miskin
Membaca Strategi Pemerintah...
Membaca Strategi Pemerintah dalam Mengurai Simpul Kemiskinan
Universitas Jember Tegaskan...
Universitas Jember Tegaskan Kopi Jadi Instrumen Pengentasan Kemiskinan di Tapal Kuda
5 Negara Paling Sukses...
5 Negara Paling Sukses Melawan Kemiskinan, Salah Satunya Jadi Negara Adidaya
Rekomendasi
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved