Ini 3 Cuitan Kritik Fiersa Besari Sebelum Musibah Puncak Cartenz Papua

Minggu, 02 Maret 2025 - 21:20 WIB
loading...
Ini 3 Cuitan Kritik...
Musisi Fiersa Besari saat mendaki Gunung Katopasa, Sulawesi Tengah. FOTO/TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE FIERSA BESARI
A A A
JAKARTA - Musisi Fiersa Besari termasuk dalam rombongan pendaki yang mengalami musibah saat melakukan pendakian ke Puncak Cartenz Pyramid, Papua. Dua pendaki wanita, Lilie Wijayanto Poegiono dan Elsa Laksono, meninggal dunia karena mengalami hipotermia.

Keberadaan Fiersa Besari dalam rombongan itu diketahui dari daftar pendaki yang dimiliki SAR Timika, Mimika, Papua Tengah. Selain Fiersa Besari, ada pula Indira Alaika, Furki, Elsa Laksono, Lilie Wijayanti Poegiono, Saroni, Ludy Hadiyanto, dua WNA Turki serta satu WNA Rusia. Sementara guide para pendaki itu berjumlah lima orang seperti Nurhuda, Alvin Perdana, Arlen Kolinug, Jeni Dainga dan Ruslan.

Fiersa Besari diketahui sedang melakukan ekspedisi Jalur Sunyi. Bersama tim Atap Negeri, musisi indie tersebut juga membuat video perjalanannya yang diunggah di YouTube. Berdasarkan keterangan di media sosialnya, pendakian terakhir Fiersa Besari bersama tim Atap Negeri, sebelum ke Puncak Cartenz, adalah Gunung Katopasa, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Fiersa Besari Dalam Satu Rombongan Dua Pendaki Tewas di Puncak Cartenz Papua

Di tengah melakukan pendakian Jalur Sunyi, Fiersa Besari masih mengikuti isu-isu terkini yang sedang menjadi perhatian masyarakat. Ia pun menuliskan cuitan pendek sebagai respons atas isu tersebut.

Salah satunya menanggapi dugaan intimidasi terhadap Band Sukatani yang tiba-tiba meminta maaf kepada Polri dan menghapus lagu Bayar Bayar Bayar dari semua platform. Lagu Bayar Bayar Bayar digunakan sebagai pengiring unjuk rasa Indonesia Gelap beberapa waktu lalu.

"Satu dibungkam. Seribu bersuara," cuitnya pada 20 Februari 2025.

Ia menyayangkan tindakan represi terhadap musisi.

"Memperbaiki citra harusnya dengan cara memperbaiki kinerja. Bukan dengan cara merepresi musisi," cuit Fiersa lagi.

Selain itu, Fiersa juga mengomentari pengungkapan praktik pengoplosan BBM jenis Pertalite menjadi Pertamax.

"Beli Pertamax dapatnya oplosan. Berengsek," tulis Fiersa pada 25 Februari 2025.

Tiga cuitan itu merupakan kritik Fiersa terakhir di tengah pendakian Jalur Sunyi-nya. Namun tiba-tiba hari ini tersiar kabar Fiersa Besari termasuk dalam rombongan pendaki ke Puncak Cartenz Pyramid Papua yang mengalami musibah.

Baca juga: Cuaca Buruk, Evakuasi Jenazah Lilie Wijayanti Pendaki Gunung Cartenz Dihentikan

Kronologi Kejadian

Kepala Kantor SAR Timika, I Wayan Suyatna menyampaikan, pihaknya menerima laporan adanya kondisi membahayakan pendaki Puncak Cartenz berupa hipotermia pada pukul 00.46 WIT, Minggu (2/3/2025). Menurut Suyatna, kejadian itu terjadi kala para pendaki melakukan penyeberangan di jembatan tyrollean pukul 10.51 WIT, Sabtu (1/3/2025).

"14.00: Diperkirakan tiba di puncak (belum terkonfirmasi tepatnya).19.10: Info baterai HT sudah low sulit komunikasi. 19.30: Info dari Octries Ruslan dan Abdullah turun. Dan mengabarkan semua sudah summit hanya ada 2 orang atas nama Indira dan Saroni terkena gejala AMS diarea bawah puncak. Saat perjalanan turun Ruslan tiba di Teras Besar, tim tamu dan guide berada sebebelum tyrollean," kata Suyatna.

Kemudian, tim Base Camp (BC) melakukan briefing untuk mengupayakan pertolongan pada pukul 20.29 WIT. Selanjutnya, pendaki bernama Nurhuda tiba di BC seoranh dori dengan gejala hipothermia. Nurhuda meminta bantuan ke tim BC karena radio off.

Mendapat laporan itu, Yustinus Sondegau naik ke atas untuk membawa bantuan emergency seperti sleeping bag, flysheet, air panas, radio pada pukul 21.48 WIT. Salain itu, seorang guide internasional atas nama Dawa Gyalje Sherpa naik untuk melakukan pertolongan pukul 22.33 WIT.

"22.48: Fiersa & Furky tiba di BC. 23.51: Yustinus bertemu Pak Ludy di Teras Besar. 23.59: Egi termonitor posisinya sudah menyeberangi Tyrollean. 00.07: Poxy menginformasikan bahwa Dawa menghubungi BC sudah bertemu dan sedang menangani salah satu dari ibu-ibu," tutur Suyatna.

Selanjutnya, Octries menginfokan Indira belum bisa jalan, sementara Egi sudah tak bisa jalan pada pukul 00.13 WIT. Kemudian, Arlen Kolinug tiba di BC pukul 00.25 WIT. Untuk Dawa mencoba memberi pertolongan pada 2 pendaki ibu-ibu di Teras Dua pada pukul 00.41 WIT.

Selanjutnya, Poxy dan Damar naik bawa tenda dll, tujuan Teras Dua pukul 00.43 WIT. Nahasnya, Octries memberi informasi ke Deshir bahwa 2 pendaki ibu-ibu telah meninggal dunia pada pukul 02.07 WIT. Mendapat laporan itu, Huda naik ke atas untuk membantu Egi di Summit Ridge.

"03.43: Damar, Poxy, Yustinus, Ludy Hadiyanto tiba di BC. 04.51: Huda telpon mengabarkan sudah di BC tak sanggup lagi meneruskan ke posisi Egi, Indira dan Saroni. Barang buat emergency sudah disimpan di bawah summit ridge," tutur Suyatna.

"Dua orang korban MD, 13 korban selamat," kata Suyatna.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Yorrys Raweyai Soroti...
Yorrys Raweyai Soroti Eksploitasi Hutan di Tanah Papua dan Dorong Pembentukan Pansus
Kritik dalam Film Pesta...
Kritik dalam Film Pesta Babi Jadi Bahan Evaluasi Pembangunan di Papua
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Polda Metro Jaya Jadwalkan...
Polda Metro Jaya Jadwalkan Periksa Awkarin Hari Ini Terkait Kasus Hanania Travel
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Ini Makna Logo HUT ke-81...
Ini Makna Logo HUT ke-81 RI yang Telah Resmi Diluncurkan
Pigai Desak Kematian...
Pigai Desak Kematian 5 Peserta SPPI Diusut Tuntas: Ini Peristiwa yang Serius
Logo HUT ke-81 RI Resmi...
Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Karya Fajar Novario Asal Padang Terpilih
Roy Suryo Siapkan Rekaman...
Roy Suryo Siapkan Rekaman Video Penangkapannya sebagai Bukti Praperadilan
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved