Muhammadiyah Tetapkan Besok Awal Ramadan, Pemerintah dan NU Kapan?
Jum'at, 28 Februari 2025 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
Hasil Hisab NU dan BMKG
Sementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merilis data hilal menjelang Ramadan 1446 H pada Rabu (26/2/2025). Data hisab ini merupakan hasil perhitungan LF PBNU dilakukan untuk hari Jumat Legi, 29 Sya'ban 1446 H yang bertepatan dengan tanggal 28 Februari 2025 M pada titik Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta Pusat dengan koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT.
Perhitungan ini dilakukan berdasarkan perhitungan metode ilmu falak (sistem hisab) jama'i atau tahqiqy tadqiky ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Data hisab menunjukkan bahwa ketinggian hilal mar'ie +3 derajat 49 menit 45 detik, sedangkan elongasi hilal haqiqi 6 derajat 06 menit 12 detik. Meskipun hilal sudah di atas ufuk dan di atas 3 derajat, tapi hilal masih berada di bawah kriteria imkanur rukyah. Hal ini mengingat elongasi belum mencapai 6,4 derajat. Adapun ijtimak atau konjungsi terjadi pada Jumat Legi 28 Februari 2025 M pukul 07:45:14 WIB.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data perhitungan hilal jelang Ramadan 1446 H. Dalam informasi itu, dijelaskan bahwa konjungsi akan terjadi pada hari Jumat, 28 Februari 2025 M, pukul 0.44.38 UT atau Jumat, 28 Februari 2025 M, pukul 7.44.38 WIB atau Jumat, 28 Februari 2025 M, pukul 8.44.38 WITA atau Jumat, 28 Februari 2025 M, pukul 9.44.38 WIT, yaitu saat nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 339,67 derajat. Periode sinodis Bulan terhitung sejak konjungsi sebelumnya (awal bulan Syakban 1446 H) hingga konjungsi yang akan datang (awal bulan Ramadan 1446 H) adalah 29 hari 12 jam 9 menit.
Ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 28 Februari 2025, berkisar antara 3.02 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 4.69 derajat di Sabang, Aceh dengan besaran elongasi berkisar antara 4.78 derajat di Waris, Papua sampai dengan 6.4 derajat di Banda Aceh, Aceh.
Sementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merilis data hilal menjelang Ramadan 1446 H pada Rabu (26/2/2025). Data hisab ini merupakan hasil perhitungan LF PBNU dilakukan untuk hari Jumat Legi, 29 Sya'ban 1446 H yang bertepatan dengan tanggal 28 Februari 2025 M pada titik Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta Pusat dengan koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT.
Perhitungan ini dilakukan berdasarkan perhitungan metode ilmu falak (sistem hisab) jama'i atau tahqiqy tadqiky ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Data hisab menunjukkan bahwa ketinggian hilal mar'ie +3 derajat 49 menit 45 detik, sedangkan elongasi hilal haqiqi 6 derajat 06 menit 12 detik. Meskipun hilal sudah di atas ufuk dan di atas 3 derajat, tapi hilal masih berada di bawah kriteria imkanur rukyah. Hal ini mengingat elongasi belum mencapai 6,4 derajat. Adapun ijtimak atau konjungsi terjadi pada Jumat Legi 28 Februari 2025 M pukul 07:45:14 WIB.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data perhitungan hilal jelang Ramadan 1446 H. Dalam informasi itu, dijelaskan bahwa konjungsi akan terjadi pada hari Jumat, 28 Februari 2025 M, pukul 0.44.38 UT atau Jumat, 28 Februari 2025 M, pukul 7.44.38 WIB atau Jumat, 28 Februari 2025 M, pukul 8.44.38 WITA atau Jumat, 28 Februari 2025 M, pukul 9.44.38 WIT, yaitu saat nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 339,67 derajat. Periode sinodis Bulan terhitung sejak konjungsi sebelumnya (awal bulan Syakban 1446 H) hingga konjungsi yang akan datang (awal bulan Ramadan 1446 H) adalah 29 hari 12 jam 9 menit.
Ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 28 Februari 2025, berkisar antara 3.02 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 4.69 derajat di Sabang, Aceh dengan besaran elongasi berkisar antara 4.78 derajat di Waris, Papua sampai dengan 6.4 derajat di Banda Aceh, Aceh.
(abd)
Lihat Juga :