Haris Azhar: Lagu Bayar Bayar Bayar Band Sukatani Ekspresi Imajinatif yang Menggambarkan Fakta
Selasa, 25 Februari 2025 - 22:53 WIB
loading...
Pendiri Lokataru Haris Azhar menjadi narasumber dalam dialog Rakyat Bersuara Lagu Bayar, Bayar, Bayar Bikin Ambyar yang dipandu Aiman Witjaksono di iNews, Jakarta, Selasa (25/2/2025). Foto: iNews
A
A
A
JAKARTA - Pendiri Lokataru Haris Azhar menyatakan lagu Bayar Bayar Bayar milik band Sukatani yang baru-baru ini menjadi viral tidak melampaui batas. Dia menilai justru kurang dalam menyampaikan pesan terhadap kritikannya.
“Nggak ada yang kebablasan, malah kurang. Secara estetik lagu ini enak, paling nggak secara subjektif saya ya. Komposisinya okelah, perlu dapat penghargaan secara dari dunia seni dan musik saya pikir, termasuk dari sisi busana juga,” ujar Haris dalam dialog Rakyat Bersuara “Lagu Bayar, Bayar, Bayar Bikin Ambyar, yang dipandu Aiman Witjaksono di iNews, Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Baca juga: 7 Fakta Menarik Band Punk Sukatani dan Lagu Viral Bayar Bayar Bayar
Menurut dia, lagu ini viral karena dinilai enak didengar meskipun berisi kritik terhadap pihak kepolisian. Kritik semacam ini sebenarnya bukan hal baru.
“Kalau lagu yang mengkritik polisi, banyak. Pasca kasus Kanjuruhan banyak lagu-lagu yang muncul juga. Di peristiwa-peristiwa lain juga banyak. Slank itu juga secara implisit ada lagunya mengkritik meskipun belakangan Slank memuji polisi,” katanya.
Menurut Haris, viralnya lagu ini justru menyebabkan keresahan di kalangan aparat kepolisian dan beberapa pejabat yang akhirnya memaksa anggota band Sukatani meminta maaf.
Haris menuturkan kritik terhadap polisi sudah menjadi ekspresi publik yang luas dan sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Dia mengibaratkan bahwa di tempat-tempat seperti Papua, masyarakat seringkali menunjukkan rasa kecewa terhadap kepolisian.
“Nggak ada yang kebablasan, malah kurang. Secara estetik lagu ini enak, paling nggak secara subjektif saya ya. Komposisinya okelah, perlu dapat penghargaan secara dari dunia seni dan musik saya pikir, termasuk dari sisi busana juga,” ujar Haris dalam dialog Rakyat Bersuara “Lagu Bayar, Bayar, Bayar Bikin Ambyar, yang dipandu Aiman Witjaksono di iNews, Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Baca juga: 7 Fakta Menarik Band Punk Sukatani dan Lagu Viral Bayar Bayar Bayar
Menurut dia, lagu ini viral karena dinilai enak didengar meskipun berisi kritik terhadap pihak kepolisian. Kritik semacam ini sebenarnya bukan hal baru.
“Kalau lagu yang mengkritik polisi, banyak. Pasca kasus Kanjuruhan banyak lagu-lagu yang muncul juga. Di peristiwa-peristiwa lain juga banyak. Slank itu juga secara implisit ada lagunya mengkritik meskipun belakangan Slank memuji polisi,” katanya.
Menurut Haris, viralnya lagu ini justru menyebabkan keresahan di kalangan aparat kepolisian dan beberapa pejabat yang akhirnya memaksa anggota band Sukatani meminta maaf.
Haris menuturkan kritik terhadap polisi sudah menjadi ekspresi publik yang luas dan sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Dia mengibaratkan bahwa di tempat-tempat seperti Papua, masyarakat seringkali menunjukkan rasa kecewa terhadap kepolisian.
Lihat Juga :