Alasan di Balik SBY Tak Pernah Gunakan Istana Ketika Undang Pimpinan Parpol: Biar Steril
Minggu, 23 Februari 2025 - 19:18 WIB
loading...
A
A
A
"Demikian juga ketika lobby dengan dunia usaha, ketika krisis 2008. Karena hari libur, saya tetap ingin ketemu. Saya minta tolong, eh, pengusaha jangan cepat-cepat PHK. PHK rakyat kita sengsara. Nggak punya pekerjaan," tuturnya.
Bahkan, menurut Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu, kediamannya juga pernah menjadi tempat berunding pemilihan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 2009. Saat itu SBY mengatakan mendukung Taufiq Kiemas untuk menjadi Ketua MPR.
Baca juga: Diminta Jadi Ketum Demokrat Lagi, AHY: Dengan Niat Baik Saya Terima
"Waktu kita memikirkan siapa Ketua MPR 2009, di ruangan ini, berkumpul para pemimpin partai politik termasuk Golkar, almost all. Saya bilang, bismillah kita dukung Pak Taufiq Kiemas," ucap SBY.
"Bapak, benar? Begitu?' Ya. Saya ingin politik jangan terlalu terpolarisasi. Why not? Di ruangan ini, akhirnya semua partai politik mendukung dan aklamasi," katanya.
Bahkan, menurut Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu, kediamannya juga pernah menjadi tempat berunding pemilihan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 2009. Saat itu SBY mengatakan mendukung Taufiq Kiemas untuk menjadi Ketua MPR.
Baca juga: Diminta Jadi Ketum Demokrat Lagi, AHY: Dengan Niat Baik Saya Terima
"Waktu kita memikirkan siapa Ketua MPR 2009, di ruangan ini, berkumpul para pemimpin partai politik termasuk Golkar, almost all. Saya bilang, bismillah kita dukung Pak Taufiq Kiemas," ucap SBY.
"Bapak, benar? Begitu?' Ya. Saya ingin politik jangan terlalu terpolarisasi. Why not? Di ruangan ini, akhirnya semua partai politik mendukung dan aklamasi," katanya.
(abd)
Lihat Juga :