Kemenpar Terima Dokumen Manifesto Peta Jalan Industri Event
Selasa, 18 Februari 2025 - 17:17 WIB
loading...
Deputi Bidang Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vincensius Jemadu beserta jajaran menerima dokumen manifesto berisi inisiasi Peta Jalan Industri Event dari Backstagers Indonesia Event Management Association. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Deputi Bidang Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vincensius Jemadu beserta jajaran menerima dokumen manifesto berisi inisiasi Peta Jalan Industri Event dari Backstagers Indonesia Event Management Association. Adapun pertemuan mereka selama kurang lebih 90 menit.
Dalam diskusi tersebut, perwakilan Backstagers Indonesia yang terdiri dari Andro Rohmana selaku ketua umum, Budi Susanto sekretaris jenderal, Debora Sharon bendahara umum, dan Inyo Tanius dewan penasihat turut memaparkan pentingnya Indonesia memiliki roadmap pada industri event. Dilansir dari penelitian EIC-Oxford Economics (2018), setiap $1 akan menghasilkan 2.6 kali lipat, sehingga penyelenggaraan event memberikan multiplier effect output yang signifikan.
“Sayangnya banyak yang beranggapan bahwa event adalah biaya, sedangkan menurut kajian, event sebuah instrumen investasi salah satu penggerak mesin ekonomi. Melalui penyerahan dokumen manifesto ini, kami berharap dokumen ini dapat ditelaah oleh para pemangku kebijakan agar nanti mendapat kesimpulan bahwa industri event pada perekonomian Indonesia harus memiliki roadmap, agar dapat melindungi industri ini secara jangka panjang” ujar Ketua Umum Backstagers Indonesia Andro Rohmana.
Kemenpar juga menjelaskan bahwa ragam program ini untuk mendukung target 08 (nol persen kemiskinan dan 8% pertumbuhan ekonomi) dan mengacu pada keselarasan dengan program Asta Cita Pemerintah. Kajian tersebut akan dilakukan penelaahan lebih lanjut dan backstagers dapat melakukan advokasi kepada stakeholders terkait atas inisiasinya tersebut.
"Kementerian Pariwisata sangat terbuka dengan beragam masukan dan mendukung program inovasi agar target pertumbuhan ekonomi melalui kunjungan wisatawan, devisa dan IP event lokal dapat terwujud sesuai dengan harapan” kata Vinsensius, Deputi Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata.
Dalam diskusi tersebut, perwakilan Backstagers Indonesia yang terdiri dari Andro Rohmana selaku ketua umum, Budi Susanto sekretaris jenderal, Debora Sharon bendahara umum, dan Inyo Tanius dewan penasihat turut memaparkan pentingnya Indonesia memiliki roadmap pada industri event. Dilansir dari penelitian EIC-Oxford Economics (2018), setiap $1 akan menghasilkan 2.6 kali lipat, sehingga penyelenggaraan event memberikan multiplier effect output yang signifikan.
“Sayangnya banyak yang beranggapan bahwa event adalah biaya, sedangkan menurut kajian, event sebuah instrumen investasi salah satu penggerak mesin ekonomi. Melalui penyerahan dokumen manifesto ini, kami berharap dokumen ini dapat ditelaah oleh para pemangku kebijakan agar nanti mendapat kesimpulan bahwa industri event pada perekonomian Indonesia harus memiliki roadmap, agar dapat melindungi industri ini secara jangka panjang” ujar Ketua Umum Backstagers Indonesia Andro Rohmana.
Kemenpar juga menjelaskan bahwa ragam program ini untuk mendukung target 08 (nol persen kemiskinan dan 8% pertumbuhan ekonomi) dan mengacu pada keselarasan dengan program Asta Cita Pemerintah. Kajian tersebut akan dilakukan penelaahan lebih lanjut dan backstagers dapat melakukan advokasi kepada stakeholders terkait atas inisiasinya tersebut.
"Kementerian Pariwisata sangat terbuka dengan beragam masukan dan mendukung program inovasi agar target pertumbuhan ekonomi melalui kunjungan wisatawan, devisa dan IP event lokal dapat terwujud sesuai dengan harapan” kata Vinsensius, Deputi Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata.
Lihat Juga :