Kepala Daerah Wajib Ikut Retreat di Akmil Magelang Setelah Dilantik, Ini Bocoran Materinya

Minggu, 16 Februari 2025 - 17:19 WIB
loading...
Kepala Daerah Wajib...
Wamendagri Bima Arya Sugiarto memberikan keterangan pers di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2025). FOTO/FELLDY UTAMA
A A A
JAKARTA - Kepala daerah terpilih di Pilkada 2024 akan mengikuti retreat atau pembekalan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, pada 22-28 Februari mendatang. Mereka terlebih dahulu dilantik sebagai kepala daerah oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 20 Februari 2025.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengungkap materi apa saja yang akan diangkat dalam kegiatan pembekalan atau retreat kepala daerah. Materi pertama yang ditekankan terkait tugas pokok dari kepala daerah. Menurutnya, tidak semua kepala daerah memiliki latar belakang dan pemahaman politik pemerintahan.

"Ada yang latar belakangnya pengusaha, budayawan, kiai, selebriti. Ini wajib. Dulu kami, kepala daerah juga begitu. Satu bulan di Lemhannas, dua minggu juga di Kemendagri lama, sekarang ini hanya 7 hari. Jadi yang pertama adalah tugas pokok harus paham," kata Bima Arya di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2025).



Materi kedua yang akan ditekankan adalah pemahaman tentang Asta Cita dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di sana, nanti akan dijelaskan ihwal program pemerintah Pusat seperti makan bergizi gratis, ketahanan Pangan, pendidikan hingga kesehatan.

"Makanya ada sekitar 40 lebih Menteri yang akan berbicara di sana," ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, dalam retreat nanti juga akan menjadi momen untuk membangun chemistry, emosional bounding diantara kepala daerah. Menurutnya, kegiatan ini yang tak bisa dilakukan tanpa harus bertemu tatap muka langsung.

Bima Arya menyebut, momen ini lah yang pengalaman dari para menteri yang berada di Kabinet Merah Putih (KMP). Selain menjadi lebih kenal, para menteri kini bisa berkomunikasi dan berkoordinasi lebih cepat karena sudah dekat satu dengan yang lainnya.

"Kita membayangkan nanti teman-teman kepala daerah itu, kalau sudah akrab, sudah kenal, maka akan mudah berkoordinasi. Ketika misalnya daerahnya itu butuh beras, daerahnya itu butuh bawang, ya sudah tahu, oh kita tinggal kontak, nyambung. Jadi untuk kerja sama, untuk emosional bounding itu perlu sekali," tuturnya.

Baca juga: Retreat Kepala Daerah Full Pakai Anggaran Kemendagri, Istana: Sudah Diefisiensi

Yang tak kalah penting, Bima menyebut jika Retreat ini juga akan disampaikan terkait mengelola anggaran negara. Dimana, terdapat 1.300 triliun APBD yang disiapkan dari 3.600 triliun yang bersumber dari APBN.

Untuk mengawal uang rakyat itu, kata dia, dibutuhkan keseriusan dari para kepala daerah. Oleh karenanya, dalam kegiatan retreat nanti juga akan melibatkan KPK, kepolisian, BPK hingga BPKP.

"Jadi kalau ada yang bertanya, berapa biayanya? Ya, biayanya itu sangat wajar untuk mengamankan Rp3.600 APBN tadi dan Rp1.300 triliun yang beredar, ribuan triliun untuk mengamankan bersama-sama itu penting," katanya.

Materi-materi lainnya yang akan ditekankan tentang dalam retreat ini berkaitan dengan ketahanan nasional hingga wawasan kebangsaan.

"Teman-teman kepala daerah hari itu harus menjadi garda terdepan, sebagai pemersatu, sebagai tokoh-tokoh nasionalis," pungkasnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Mendagri Berikan Penghargaan...
Mendagri Berikan Penghargaan Satyalancana kepada 7 Tokoh Atas Inovasi Sektor Maritim
11 Kepala Daerah Terjaring...
11 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Wamendagri: Ini Alarm Keras Ya!
Kemendagri Dorong Pemda...
Kemendagri Dorong Pemda Lebih Inovatif Tangani Inflasi, Kemiskinan, dan Pengangguran
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
BSKDN Apresiasi Keberlanjutan...
BSKDN Apresiasi Keberlanjutan Inovasi Kota Mojokerto
Rekomendasi
Tarik Dana JHT BPJS...
Tarik Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Dipotong Pajak, Purbaya Buka Suara
10 Tips Bermain Mobile...
10 Tips Bermain Mobile Legends ala King Zilong, Bikin Tim Lebih Solid dan Auto Win
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Berita Terkini
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved