Korlantas Polri Berlakukan One Way Nasional Dalam Operasi Ketupat 2025
Minggu, 16 Februari 2025 - 06:43 WIB
loading...
A
A
A
“Ada beberapa konsentrasi yang harus saya persiapkan pertama berkaitan dengan jalan tol jalan tol harus kita kelola dengan baik secara komperhensif, yang kedua kita akan mengelola jalan nasional arteri dan jalan jalan lintas baik itu di jalur tengah selatan sampai di luar Jawa di Medan di Lampung jalan-jalan nasional akan kita kelola,” ungkap Kakorlantas Polri.
Baca juga: 3 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat pada Mutasi Januari 2025, Ini Nama-namanya
Penanganan pemudik pada sektor pelabuhan dan bandara juga menjadi penekanan Kakorlantas untuk diperhatikan dengan baik dari sisi pengelolaan penumpang yang bertujuan untuk membuat masyarakat lebih nyaman dan aman.
“Termasuk juga pelabuhan penyeberangan di Bakaheuni merak termasuk di Banyuwangi nanti akan kita kelola juga terus yang terakhir berkaitan dengan tujuan daripada pemudik baik itu perkotaan termasuk juga tempat-tempat wisata dan lain sebagainya. Tidak ketinggalan juga pematuhan bandara dan stasiun ini harus kita kelola sehingga langkah-langkah cara bertindak itu mengevaluasi tahun yang lalu terus yang tepat apa,” tambahnya.
Strategi lain yang dilakukan Korlantas Polri dalam mengurai kemacetan adalah dengan memberikan kewenangan Dirlantas wilayah untuk menerapkan strategi mengurai kemacetan bila dianggap perlu untuk memperlancar arus kendaraan pemudik dan arus balik di Operasi Ketupat 2025
“Kota-kota lain itu di Lampung di Medan di Bandung itu dirlantas jajaran Itu bisa melakukan langkah-langkah contraflow juga termasuk one way di antar kabupaten juga boleh ketika kebangkitan arus itu naik sehingga perlu dilakukan one way lokal termasuk juga di antara Semarang Solo tentu agromerasinya itu cukup ramai itu juga bisa dilakukan langkah-langkah one way termasuk juga tol tol yang saat ini fungsional baik itu di Japek Selatan kalau di Solo, Jogja.”
“Jogja ini nanti beban tumpuan dari jalur barat ada yang jalur tengah dari Semarang ada juga jalur dari Klaten Klaten itu kan Bangkitan dari Jakarta melalui Semarang masuknya di Kartosuro terus ke Jogja dari Jawa timur juga demikian sehingga Jogja ini nanti harus dikelola dengan baik itu kaitannya dengan kesiapan operasi ketupat,” jelas Agus Suryonugroho.
Baca juga: 3 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat pada Mutasi Januari 2025, Ini Nama-namanya
Penanganan pemudik pada sektor pelabuhan dan bandara juga menjadi penekanan Kakorlantas untuk diperhatikan dengan baik dari sisi pengelolaan penumpang yang bertujuan untuk membuat masyarakat lebih nyaman dan aman.
“Termasuk juga pelabuhan penyeberangan di Bakaheuni merak termasuk di Banyuwangi nanti akan kita kelola juga terus yang terakhir berkaitan dengan tujuan daripada pemudik baik itu perkotaan termasuk juga tempat-tempat wisata dan lain sebagainya. Tidak ketinggalan juga pematuhan bandara dan stasiun ini harus kita kelola sehingga langkah-langkah cara bertindak itu mengevaluasi tahun yang lalu terus yang tepat apa,” tambahnya.
Strategi lain yang dilakukan Korlantas Polri dalam mengurai kemacetan adalah dengan memberikan kewenangan Dirlantas wilayah untuk menerapkan strategi mengurai kemacetan bila dianggap perlu untuk memperlancar arus kendaraan pemudik dan arus balik di Operasi Ketupat 2025
“Kota-kota lain itu di Lampung di Medan di Bandung itu dirlantas jajaran Itu bisa melakukan langkah-langkah contraflow juga termasuk one way di antar kabupaten juga boleh ketika kebangkitan arus itu naik sehingga perlu dilakukan one way lokal termasuk juga di antara Semarang Solo tentu agromerasinya itu cukup ramai itu juga bisa dilakukan langkah-langkah one way termasuk juga tol tol yang saat ini fungsional baik itu di Japek Selatan kalau di Solo, Jogja.”
“Jogja ini nanti beban tumpuan dari jalur barat ada yang jalur tengah dari Semarang ada juga jalur dari Klaten Klaten itu kan Bangkitan dari Jakarta melalui Semarang masuknya di Kartosuro terus ke Jogja dari Jawa timur juga demikian sehingga Jogja ini nanti harus dikelola dengan baik itu kaitannya dengan kesiapan operasi ketupat,” jelas Agus Suryonugroho.
Lihat Juga :