Profil Komjen Pol Dedi Prasetyo, Peraih Rekor MURI Penulis Buku Terbanyak
Jum'at, 14 Februari 2025 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Selamat! 32 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat
Guru Besar SDM Universitas Dr Moestopo Profesor Wibowo mengatakan, Dedi dalam buku terbarunya menekankan soal kesetaraan dalam keberagaman. Prof Wibowo menuturkan meritokrasi adalah pembinaan SDM berdasarkan karena prestasi dan kontribusi.
"Saya lihat dalam buku ini intinya harus adanya kesetaraan dalam keberagaman dengan kesadaran penuh dengan adanya keberagaman jenis (ras, suku dan agama) anggota. Sehingga reward dan promosi-promosi jenjang kepangkatan ini diberikan karena prestasi dan kontribusi anggota Polri yang baik yang diberikan kepada institusi," ujar Wibowo.
Sedangkan sejumlah buku lain yang ditulis Dedi antara lain 'Diskresi Kepolisian pada Tahap Penangkapan Tersangka Terorisme', 'Aksara Presisi Membangun Polri', 'Radikalisme Terorisme dan Deradikalisme di Indonesia'.
Baca juga: Sumpah Advokat Razman Nasution dan Firdaus Oiwobo Dibekukan, MA: Tidak Bisa Jalankan Praktik di Pengadilan
Dedi juga menulis buku berjudul 'Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang: Perspektif Transnasional Crime', 'Manajemen Sumber Daya Manusia di Sektor Publik', serta 'Keadilan Restoratif Strategi Transformasi menuju Polri Presisi'.
Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 berpengalaman dalam bidang reserse. Berbagai jabatan pernah diemban oleh pria kelahiran 26 Juli 1968, Madiun, Jawa Timur ini, di antaranya adalah Pama Polda Jawa Timur (1991), Kaur Binops Serse Polres Lamongan (1991), Kapolsek Deket (1992).
Selanjutnya, Kasat Serse Polres Lamongan (1993), Dantontar Akpol (1993—1995), Dankitar Akpol (1996), Pama Polda Metro Jaya (1996), Kapolsek Serpong (1997), Pama PTIK (1997—1999), Kapuskodalops Polres Marabahan (1999), Kapuskodalops Polres Banjar (2000), Pama PPITK PTIK (2000—2002).
Guru Besar SDM Universitas Dr Moestopo Profesor Wibowo mengatakan, Dedi dalam buku terbarunya menekankan soal kesetaraan dalam keberagaman. Prof Wibowo menuturkan meritokrasi adalah pembinaan SDM berdasarkan karena prestasi dan kontribusi.
"Saya lihat dalam buku ini intinya harus adanya kesetaraan dalam keberagaman dengan kesadaran penuh dengan adanya keberagaman jenis (ras, suku dan agama) anggota. Sehingga reward dan promosi-promosi jenjang kepangkatan ini diberikan karena prestasi dan kontribusi anggota Polri yang baik yang diberikan kepada institusi," ujar Wibowo.
Sedangkan sejumlah buku lain yang ditulis Dedi antara lain 'Diskresi Kepolisian pada Tahap Penangkapan Tersangka Terorisme', 'Aksara Presisi Membangun Polri', 'Radikalisme Terorisme dan Deradikalisme di Indonesia'.
Baca juga: Sumpah Advokat Razman Nasution dan Firdaus Oiwobo Dibekukan, MA: Tidak Bisa Jalankan Praktik di Pengadilan
Dedi juga menulis buku berjudul 'Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang: Perspektif Transnasional Crime', 'Manajemen Sumber Daya Manusia di Sektor Publik', serta 'Keadilan Restoratif Strategi Transformasi menuju Polri Presisi'.
Perjalanan Karier Dedi Prasetyo
Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 berpengalaman dalam bidang reserse. Berbagai jabatan pernah diemban oleh pria kelahiran 26 Juli 1968, Madiun, Jawa Timur ini, di antaranya adalah Pama Polda Jawa Timur (1991), Kaur Binops Serse Polres Lamongan (1991), Kapolsek Deket (1992).
Selanjutnya, Kasat Serse Polres Lamongan (1993), Dantontar Akpol (1993—1995), Dankitar Akpol (1996), Pama Polda Metro Jaya (1996), Kapolsek Serpong (1997), Pama PTIK (1997—1999), Kapuskodalops Polres Marabahan (1999), Kapuskodalops Polres Banjar (2000), Pama PPITK PTIK (2000—2002).
Lihat Juga :