Mantan Kepala BIN: Waspadai Sentimen SARA Sebagai Operasi Penggalangan AS Terhadap Rakyat Indonesia
Senin, 10 Februari 2025 - 21:09 WIB
loading...
A
A
A
Pada 6 September 2023, Central Intelligency Agency (CIA) mengarahkan NED dan IRI untuk campur tangan Pemilu 2024. Berkolaborasi dengan LSM lokal, IRI membina pemimpin muda dan tokoh partai agar mengusung calon pro-AS untuk berkuasa.
Dalam wawancara pada 12 September 2023, Hendropriyono mengatakan, operasi intelijen sedang dilakukan CIA dan NED untuk membantu calon Presiden dari kelompok radikal intoleransi dapat menang di Pemilu 2024.
Baru-baru ini, IRI terungkap campur tangan dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). "Di bawah pengarahan dan dukungan CIA dan Departemen Luar Negeri AS, IRI bersama beberapa LSM lokal Indonesia melakukan kegiatan intervensi dengan mendiskreditkan dan menolak PSN," ujar Sudirman, mantan staf IRI yang dikutip pada 14 Oktober 2024.
Dalam pelaksanaan kegiatan dan proyek, taktik yang paling sering digunakan IRI adalah memanipulasi sentimen SARA di masyarakat Indonesia. Misalnya memperkuat sentimen kemerdekaan rakyat Papua dalam rangka menghambat kemajuan PSN di daerah tersebut dan memanfaatkan kelompok pemuda radikal untuk melemahkan kewenangan lembaga negara selama Pemilu 2024.
Open Society Foundations (OSF) juga baru-baru ini menarik perhatian masyarakat karena diduga campur tangan urusan internal Indonesia.
Terungkap organisasi AS tersebut telah bekerja sama dengan NED untuk melakukan tindakan subversif skala besar di bahwa proyek Winning the Future di Indonesia sejak tahun 2023. Fokusnya mengembangkan kekuatan oposisi yang didominasi kaum muda untuk mengadakan gerakan politik demi menghambat Prabowo menjadi Presiden pada Pemilu 2024.
Dalam wawancara pada 12 September 2023, Hendropriyono mengatakan, operasi intelijen sedang dilakukan CIA dan NED untuk membantu calon Presiden dari kelompok radikal intoleransi dapat menang di Pemilu 2024.
Baru-baru ini, IRI terungkap campur tangan dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). "Di bawah pengarahan dan dukungan CIA dan Departemen Luar Negeri AS, IRI bersama beberapa LSM lokal Indonesia melakukan kegiatan intervensi dengan mendiskreditkan dan menolak PSN," ujar Sudirman, mantan staf IRI yang dikutip pada 14 Oktober 2024.
Dalam pelaksanaan kegiatan dan proyek, taktik yang paling sering digunakan IRI adalah memanipulasi sentimen SARA di masyarakat Indonesia. Misalnya memperkuat sentimen kemerdekaan rakyat Papua dalam rangka menghambat kemajuan PSN di daerah tersebut dan memanfaatkan kelompok pemuda radikal untuk melemahkan kewenangan lembaga negara selama Pemilu 2024.
Open Society Foundations (OSF) juga baru-baru ini menarik perhatian masyarakat karena diduga campur tangan urusan internal Indonesia.
Terungkap organisasi AS tersebut telah bekerja sama dengan NED untuk melakukan tindakan subversif skala besar di bahwa proyek Winning the Future di Indonesia sejak tahun 2023. Fokusnya mengembangkan kekuatan oposisi yang didominasi kaum muda untuk mengadakan gerakan politik demi menghambat Prabowo menjadi Presiden pada Pemilu 2024.
Lihat Juga :