10 Menteri dengan Penilaian Terbaik, Nomor 3 Digadang Jadi Rising Star Pilpres Mendatang
Jum'at, 07 Februari 2025 - 14:32 WIB
loading...
Sebanyak 10 menteri Kabinet Merah Putih masuk daftar penilaian terbaik versi hasil survei temuan riset Indonesia Social Insight (Idsight). Foto/Dok SindoNews/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 10 menteri Kabinet Merah Putih masuk daftar penilaian terbaik versi hasil survei temuan riset Indonesia Social Insight (Idsight). Kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani tertinggi mencapai 65,4%.
Diketahui, Kabinet Merah Putih telah genap bekerja 100 hari pada 28 Januari 2025. Idsight melakukan riset dengan mencuplik konten media sosial yang dibuat pada pertengahan Januari 2025, dengan pertimbangan hampir semua kementerian/badan telah selesai dengan penataan organisasi dan para menteri/kepala badan telah banyak melakukan aktivitas publik, lebih-lebih bagi nama-nama baru yang kurang dikenal umum.
Adapun riset dilakukan dengan pengumpulan data dari 4 platform media sosial, yaitu Instagram, Twitter/X, Facebook Fanpage, dan TikTok. Keempat platform tersebut paling banyak digunakan dan menjadi favorit oleh masyarakat Indonesia dari rentang usia 14-64 tahun berdasarkan laporan Data Digital Indonesia 2024 yang dirilis oleh We Are Social.
Baca juga: Survei, Satryo Soemantri Brodjonegoro Jadi Menteri dengan Penilaian Terburuk
Data mencakup konten dari akun resmi media sosial yang dimiliki menteri/kepala badan, atau akun yang dibuat oleh komunitas fanbase yang aktif membagikan konten pejabat bersangkutan. Jika tidak tersedia, data diambil dari konten kementerian/badan.
Pengukuran kinerja dilakukan dengan analisis sentimen yang memberikan nilai positif, netral, dan negatif terhadap tanggapan publik terhadap konten/postingan yang dibuat tersebut. Analisis dibantu dengan mesin in-depth social media analytics yang bisa membaca isi percakapan dengan memahami emosi manusia.
Meski tidak menggambarkan keseluruhan populasi, penggunaan media sosial di Indonesia mempunyai jangkauan yang sangat luas dan mencerminkan beragam opini publik. Dengan mengombinasikan persepsi yang terbentuk dari 4 platform dengan karakteristik pengguna yang berbeda-beda, diasumsikan bisa didapatkan gambaran yang lebih objektif.
Baca juga: Plus Minus 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran
“Di antara 55 nama menteri/kepala badan yang masuk dalam penilaian, peringkat terbaik paling tinggi diraih oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani (65,4%),” ujar Direktur Komunikasi Idsight Johan Santosa, Jumat (7/2/2025).
Sri Mulyani sudah menjabat sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keandalannya dalam menjaga postur keuangan negara diakui secara luas oleh publik.
“Hanya saja terdapat cukup banyak penilaian negatif (25,8%), khususnya berkaitan dengan sentimen publik tentang pajak yang berkaitan pula dengan rencana penerapan PPN 12% dan aplikasi digitalisasi perpajakan Coretax yang dinilai belum siap untuk digunakan,” jelas Johan.
Baca juga: Prabowo Respons Isu Reshuffle usai 100 Hari Kerja: Yang Tidak Mau Bekerja untuk Rakyat, Saya Akan Singkirkan
Peringkat terbaik kedua diduduki oleh Menteri BUMN Erick Thohir yang mencapai 61,2%. Dia kembali menduduki posisi Menteri BUMN yang sudah disandang sejak masa Presiden Jokowi periode kedua.
Latar belakang Erick Thohir sudah dikenal luas sebelumnya sebagai pengusaha dan pebisnis olahraga, hingga kini menjabat ketua umum PSSI. Polemik terkait dicopotnya pelatih sepakbola asal Korea Selatan Shin Tae-yong menjadi faktor utama tingginya penilaian negatif terhadap Erick Thohir (32,5%).
“Meskipun tidak terkait langsung dengan jabatannya di pemerintahan, faktor ketokohan Erick Thohir membuat persoalan sepakbola tidak bisa dipisahkan dari politik dalam persepi publik,” kata Johan.
Penilaian tertinggi berikutnya atau urutan ketiga disandang oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) di Kabinet Prabowo-Gibran. Sebelumnya AHY diangkat Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN tidak lama setelah selesainya gelaran Pilpres 2024.
“Tingginya penilaian publik terhadap AHY (59,3%) tidak lepas dari isu kepemimpinan nasional, di mana AHY digadang-gadang sebagai rising star pada pilpres mendatang, lebih-lebih dengan latar belakang militer seperti halnya Prabowo dan SBY,” kata Johan.
Menteri-menteri lain yang mendapat penilaian terbaik antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal (58,5%), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (57,1%), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang juga menjabat Sekretaris Umum PP Muhammadiyah (54,2%), dan Menteri Luar Negeri Sugiono (51,6%).
Berikutnya adalah ada pula Menteri Pertanian Amran Sulaiman (56,7%), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (50,7%), dan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar (48,8%). Amran membidangi pertanian sejak periode pertama Jokowi.
Amran kembali diangkat setelah penggantinya Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjadi tersangka korupsi. “Swasembada pangan menjadi fokus dalam kebijakan ekonomi Presiden Prabowo, di mana program MBG diperkirakan bakal memperbaiki produksi dan rantai pasok berbagai komoditas pangan,” pungkasnya.
1. Sri Mulyani: 65,4 %
2. Erick Thohir: 61,2 %
3. AHY: 59,3 %
4. Nasaruddin Umar: 58,5 %
5. Teddy Indra Wijaya: 57,1 %
6. Amran Sulaiman: 56,7 %
7. Abdul Mu’ti: 54,2 %
8. Sugiono: 51,6 %
9. Raja Juli Antoni: 50,7 %
10. Airlangga Hartarto: 48,8 %.
Diketahui, Kabinet Merah Putih telah genap bekerja 100 hari pada 28 Januari 2025. Idsight melakukan riset dengan mencuplik konten media sosial yang dibuat pada pertengahan Januari 2025, dengan pertimbangan hampir semua kementerian/badan telah selesai dengan penataan organisasi dan para menteri/kepala badan telah banyak melakukan aktivitas publik, lebih-lebih bagi nama-nama baru yang kurang dikenal umum.
Adapun riset dilakukan dengan pengumpulan data dari 4 platform media sosial, yaitu Instagram, Twitter/X, Facebook Fanpage, dan TikTok. Keempat platform tersebut paling banyak digunakan dan menjadi favorit oleh masyarakat Indonesia dari rentang usia 14-64 tahun berdasarkan laporan Data Digital Indonesia 2024 yang dirilis oleh We Are Social.
Baca juga: Survei, Satryo Soemantri Brodjonegoro Jadi Menteri dengan Penilaian Terburuk
Data mencakup konten dari akun resmi media sosial yang dimiliki menteri/kepala badan, atau akun yang dibuat oleh komunitas fanbase yang aktif membagikan konten pejabat bersangkutan. Jika tidak tersedia, data diambil dari konten kementerian/badan.
Pengukuran kinerja dilakukan dengan analisis sentimen yang memberikan nilai positif, netral, dan negatif terhadap tanggapan publik terhadap konten/postingan yang dibuat tersebut. Analisis dibantu dengan mesin in-depth social media analytics yang bisa membaca isi percakapan dengan memahami emosi manusia.
Meski tidak menggambarkan keseluruhan populasi, penggunaan media sosial di Indonesia mempunyai jangkauan yang sangat luas dan mencerminkan beragam opini publik. Dengan mengombinasikan persepsi yang terbentuk dari 4 platform dengan karakteristik pengguna yang berbeda-beda, diasumsikan bisa didapatkan gambaran yang lebih objektif.
Baca juga: Plus Minus 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran
“Di antara 55 nama menteri/kepala badan yang masuk dalam penilaian, peringkat terbaik paling tinggi diraih oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani (65,4%),” ujar Direktur Komunikasi Idsight Johan Santosa, Jumat (7/2/2025).
Sri Mulyani sudah menjabat sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keandalannya dalam menjaga postur keuangan negara diakui secara luas oleh publik.
“Hanya saja terdapat cukup banyak penilaian negatif (25,8%), khususnya berkaitan dengan sentimen publik tentang pajak yang berkaitan pula dengan rencana penerapan PPN 12% dan aplikasi digitalisasi perpajakan Coretax yang dinilai belum siap untuk digunakan,” jelas Johan.
Baca juga: Prabowo Respons Isu Reshuffle usai 100 Hari Kerja: Yang Tidak Mau Bekerja untuk Rakyat, Saya Akan Singkirkan
Peringkat terbaik kedua diduduki oleh Menteri BUMN Erick Thohir yang mencapai 61,2%. Dia kembali menduduki posisi Menteri BUMN yang sudah disandang sejak masa Presiden Jokowi periode kedua.
Latar belakang Erick Thohir sudah dikenal luas sebelumnya sebagai pengusaha dan pebisnis olahraga, hingga kini menjabat ketua umum PSSI. Polemik terkait dicopotnya pelatih sepakbola asal Korea Selatan Shin Tae-yong menjadi faktor utama tingginya penilaian negatif terhadap Erick Thohir (32,5%).
“Meskipun tidak terkait langsung dengan jabatannya di pemerintahan, faktor ketokohan Erick Thohir membuat persoalan sepakbola tidak bisa dipisahkan dari politik dalam persepi publik,” kata Johan.
Penilaian tertinggi berikutnya atau urutan ketiga disandang oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) di Kabinet Prabowo-Gibran. Sebelumnya AHY diangkat Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN tidak lama setelah selesainya gelaran Pilpres 2024.
“Tingginya penilaian publik terhadap AHY (59,3%) tidak lepas dari isu kepemimpinan nasional, di mana AHY digadang-gadang sebagai rising star pada pilpres mendatang, lebih-lebih dengan latar belakang militer seperti halnya Prabowo dan SBY,” kata Johan.
Menteri-menteri lain yang mendapat penilaian terbaik antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal (58,5%), Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (57,1%), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang juga menjabat Sekretaris Umum PP Muhammadiyah (54,2%), dan Menteri Luar Negeri Sugiono (51,6%).
Berikutnya adalah ada pula Menteri Pertanian Amran Sulaiman (56,7%), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (50,7%), dan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar (48,8%). Amran membidangi pertanian sejak periode pertama Jokowi.
Amran kembali diangkat setelah penggantinya Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjadi tersangka korupsi. “Swasembada pangan menjadi fokus dalam kebijakan ekonomi Presiden Prabowo, di mana program MBG diperkirakan bakal memperbaiki produksi dan rantai pasok berbagai komoditas pangan,” pungkasnya.
Berikut 10 Menteri dengan Penilaian Terbaik Versi Idsight
1. Sri Mulyani: 65,4 %
2. Erick Thohir: 61,2 %
3. AHY: 59,3 %
4. Nasaruddin Umar: 58,5 %
5. Teddy Indra Wijaya: 57,1 %
6. Amran Sulaiman: 56,7 %
7. Abdul Mu’ti: 54,2 %
8. Sugiono: 51,6 %
9. Raja Juli Antoni: 50,7 %
10. Airlangga Hartarto: 48,8 %.
(rca)
Lihat Juga :