Megawati Mengaku Masih Ada yang Memanas-manasi untuk Maju Pilpres

Kamis, 03 September 2020 - 06:20 WIB
loading...
Megawati Mengaku Masih...
Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri tak menampik bahwa sampai hari ini masih ada pihak yang mendorong dan memanas-manasi dirinya untuk maju di Pilpres. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum DPP PDIP , Megawati Soekarnoputri tak menampik bahwa sampai hari ini masih ada pihak yang mendorong dan memanas-manasi dirinya untuk maju di pemilu presiden (Pilpres). Megawati mengaku dorongan itu hanyalah guyon karena prinsipnya kepentingan negara dan bangsa lebih utama ketimbang ambisi pribadi.

"Ada yang bilang, ibu, kenapa ibu enggak mau jadi presiden lagi? Saya hanya ketawa-ketawa saja. Enak saja kamu manas-manasin saya. Karena itulah, kita harus meluruhkan yang namanya keinginan pribadi kita di partai politik itu," ujar Megawati saat memberikan arahan pada pengumuman calon kepala daerah dan wakil kepala daerah gelombang V menuju Pilkada Serentak 2020 melalui telekonferensi, Rabu (2/9/2020). (Baca juga: Pesan Megawati di Pilkada Surabaya: Awas! Siapa Bermain, Melawan Saya)

Menurut Megawati, kondisi yang demikian juga berlaku dalam rekomendasi partai terhadap calon kepala daerah. Baginya, rekomendasi yang diberikan tersebut semata-mata hanya ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Boleh saja marah secara pribadi kepada saya, tetapi jangan saya sebagai ketua umum. Karena saya dijadikan ketua umum itu oleh kalian dalam sebuah institusi tertinggi partai yang namanya Kongres Partai. Kalian semua mengikuti, kita secara demokratis tetapi terpimpin," kata dia.

Megawati juga mencontohkan saat dirinya memberikan rekomendasi kepada Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014. Putri Proklamator RI Bung Karno ini melihat pria yang akrab disapa Jokowi itu sebagai orang yang tepat untuk memajukan Indonesia. Menurut Megawati, hal itu tepat. (Baca juga: Empat Pesan Khusus Megawati untuk Cakada PDIP)

"Insya Allah pilihan saya, karena saya mencarinya dengan hati yang bersih, bukan secara pragmatis. Melihat Pak Jokowi itu kalau dipikirkan dulu dibilang siapa Jokowi. Orang bilang itu hanya kan insinyur, pengusaha furniture."

"Tetapi kan itulah yang saya katakan, saya tidak akan sembarangan mencari orang. Bukan demi Pak Jokowi seperti sekarang, tapi demi pemimpin bangsa ini dapat membawa arah perjuangan yang terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia," sambung Presiden RI Kelima tersebut.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Dadan Hindayana Tersangka...
Dadan Hindayana Tersangka Dugaan Korupsi MBG, PDIP Minta Pengawasan Diperketat
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Legislator PDIP Sebut...
Legislator PDIP Sebut Tragedi Bus ALS Alarm Keras Kegagalan Pengawasan Transportasi dan Infrastruktur Jalan
Rekomendasi
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Berita Terkini
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved