Angkat Kesejahteraan Petani, Kemnaker Kucurkan Bantuan Padat Karya
Rabu, 21 Oktober 2020 - 12:14 WIB
loading...
A
A
A
Kemnaker sendiri terus berupaya menekan angka kemiskinan dan menyejahterakan petani melalui program ini. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menghendaki program Padat Karya berbasis pertanian menjadi ujung tombak menekan angka kemiskinan, khususnya di desa.
"Pertanian mempunyai peran penting dalam pembangunan. Selain menyediakan pangan, pertanian juga menjadi sektor penggerak perekonomian, terutama di desa," ujarnya. (Baca juga: Bertambah 1.082 Orang, Jumlah Suspek Covid-19 Menjadi 81.757 Orang)
Lebih lanjut Ida mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merumuskan indikator untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap pasar kerja yang disebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Data BPS sejak 2015-2019 menyebutkan TPT menurun 0,9 % poin.
Ida menjelaskan, struktur penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan pada 2019 masih didominasi 3 lapangan pekerjaan utama. Pertanian 27,3%, perdagangan sebesar 18,81%, dan industri pengolahan sebesar 14,96%.
Namun Ida mengingatkan, pemberdayaan masyarakat penganggur yang kena PHK dan dirumahkan akibat Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri. Harus bersinergi dengan para stakeholder. "Kegiatan padat karya ini diharapkan dapat mempunyai efek ganda yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang lebih permanen," tandasnya.
"Pertanian mempunyai peran penting dalam pembangunan. Selain menyediakan pangan, pertanian juga menjadi sektor penggerak perekonomian, terutama di desa," ujarnya. (Baca juga: Bertambah 1.082 Orang, Jumlah Suspek Covid-19 Menjadi 81.757 Orang)
Lebih lanjut Ida mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merumuskan indikator untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap pasar kerja yang disebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Data BPS sejak 2015-2019 menyebutkan TPT menurun 0,9 % poin.
Ida menjelaskan, struktur penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan pada 2019 masih didominasi 3 lapangan pekerjaan utama. Pertanian 27,3%, perdagangan sebesar 18,81%, dan industri pengolahan sebesar 14,96%.
Namun Ida mengingatkan, pemberdayaan masyarakat penganggur yang kena PHK dan dirumahkan akibat Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri. Harus bersinergi dengan para stakeholder. "Kegiatan padat karya ini diharapkan dapat mempunyai efek ganda yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang lebih permanen," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :