Dipanggil MKD DPR Gegara Bikin Konten Kebakaran di Los Angeles, Uya Kuya: Siap Banget!
Selasa, 21 Januari 2025 - 14:01 WIB
loading...
Anggota DPR RI, Surya Utama alias Uya Kuya siap memberikan klarifikasi ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait membuat konten kebakaran di Los Angeles. Foto/Ravie Mulia Wardani
A
A
A
JAKARTA - Presenter sekaligus Anggota DPR RI, Surya Utama alias Uya Kuya, mengaku siap memberikan klarifikasi jika dipanggil Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), imbas membuat konten depan rumah korban kebakaran di Los Angeles, Amerika Serikat.
"Siap banget! Dan menurut gue kalian udah cukup menolong MKD, klarifikasi di sini juga MKD sudah bisa melihat kan, kalian udah memberikan saya ruang untuk klarifikasi, tapi kalau dipanggil pun saya nggak apa-apa," ucap Uya Kuya saat ditemui di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025).
Baca juga: Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD Buntut Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran Los Angeles
Sejauh ini, kata Uya, viralnya pembuatan konten di LA belum berdampak pada tugasnya sebagai Anggota DPR RI. Menurutnya, masalah ini juga dipicu karena kesalahpahaman.
"Nggak ada, gue sih merasa fine-fine aja. Kalau ada kesalahan gue merasa kemarin tidak tahu. Ini kan kejadian seperti ini penyebabnya adalah ketidaktahuan, kesalahpahaman, atau kurang informasi," lanjutnya.
"Siap banget! Dan menurut gue kalian udah cukup menolong MKD, klarifikasi di sini juga MKD sudah bisa melihat kan, kalian udah memberikan saya ruang untuk klarifikasi, tapi kalau dipanggil pun saya nggak apa-apa," ucap Uya Kuya saat ditemui di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025).
Baca juga: Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD Buntut Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran Los Angeles
Sejauh ini, kata Uya, viralnya pembuatan konten di LA belum berdampak pada tugasnya sebagai Anggota DPR RI. Menurutnya, masalah ini juga dipicu karena kesalahpahaman.
"Nggak ada, gue sih merasa fine-fine aja. Kalau ada kesalahan gue merasa kemarin tidak tahu. Ini kan kejadian seperti ini penyebabnya adalah ketidaktahuan, kesalahpahaman, atau kurang informasi," lanjutnya.
Lihat Juga :