Presiden Prabowo Diminta Tegas Sikapi Gerakan Politisasi Anti-PSN

Senin, 20 Januari 2025 - 16:09 WIB
loading...
Presiden Prabowo Diminta...
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus bersikap tegas menghadapi gerakan politisasi anti-PSN ekowisata Tropical Coastland. Sebab, gerakan itu dinilai bertentangan dengan program pemerintah. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus bersikap tegasmenghadapi gerakan politisasi anti- Proyek Strategis Nasional (PSN) ekowisata Tropical Coastland. Sebab, gerakan itu dinilai bertentangan dengan program pemerintah.

Apalagi Prabowo ingin melibatkan swasta dalam pembangunan infrastruktur. "Gerakan politisasi anti-PSN ekowisata Tropical Coastland sudah dapat dibaca arahnya untuk menjatuhkan kepercayaan dunia usaha dan investasi pada pemerintahan Prabowo," ujar Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, Senin (20/1/2025).

Baca juga: Senggol PSN PIK 2, Said Didu Dilaporkan ke Polisi

Dia menilai propaganda sesat terkait PSN ekowisata Tropical Coastland yang digarap PT Agung Sedayu Group dengan Public Private Partnership (PPP) adalah skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha swasta dalam pembiayaan dan penyediaan infrastruktur ekowisata Tropical Coastland

Karena itu, tidak ada hubungannya dengan pengembangan properti PIK 2 sebagai kelanjutan dari PIK 1 yang selama ini memang dikelola PT Agung Sedayu Group Dua entitas proyek yang berbeda antara PSN ekowisata Tropical Coastland dengan pengembangan PIK 2.

Menurut dia, dalam PSN ekowisata Tropical Coastland merupakan Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau secara umum lebih sering dikenal skema PPP.

Sehingga, merupakan sebuah skema penyediaan dan pembiayaan infrastruktur yang berdasarkan kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (swasta).

Maka itu, skema penyediaan layanan infrastruktur untuk kepentingan umum ini didasarkan pada suatu perjanjian (kontrak) antara pemerintah diwakili menteri/kepala lembaga/pemerintah daerah.

Terkait ini disebut sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PJPK) dan pihak swasta dengan memperhatikan prinsip pembagian risiko di antara para pihak.

"Skema KPBU secara potensial dapat mendukung peningkatan kualitas APBN dalam hal ini bisa mengurangi tekanan APBN dan APBD. Khususnya untuk mengalokasikan belanja modal segi konstruksi di awal proyek sehingga diharapkan mengurangi keseimbangan primer negatif," ujar Syakur.

Sebetulnya skema KPBU juga memiliki banyak keunggulan lain yang dalam beberapa hal juga bisa meningkatkan kualitas APBN secara langsung maupun tidak langsung.

Yang pertama, skema KPBU dapat menciptakan penganggaran yang lebih baik, karena dapat menurunkan biaya tidak terduga termasuk beberapa cost overrun maupun time overrun.

Penganggaran yang lebih baik juga dapat diciptakan dari linkage kuat antara budget dan performance karena dalam skema KPBU pembayaran untuk layanan infrastruktur bisa dihubungkan dengan kualitas tersedianya layanan.

Kedua, skema KPBU juga diharapkan meningkatkan kualitas layanan publik karena keterlibatan swasta dalam desain proyek. Selain itu, dinamika yang diciptakan dalam skema KPBU dalam proses pelelangan mendorong inovasi dan efisiensi yang lebih baik.

Ketiga, manfaat lain adalah adanya akuntabilitas yang lebih tinggi dari proyek KPBU karena dalam pelaksanaannya proyek KPBU melibatkan lebih banyak stakeholders yang memonitor proyek secara lebih detail.

"Tidak hanya pemilik proyek (PJPK) saja tetapi juga badan usaha dan juga penyedia dana (lenders) untuk PSN," kata Syakur.

Jadi secara jelas, propaganda sesat terkait PSN ekowisata Tropical Coastland yang dilakukan sekelompok kecil masyarakat patut diduga tujuannya membuat kekacauan dalam perekonomian nasional di era kepemimpinan Prabowo.

"Agar investor atau swasta meragukan kredibiltas dan trust terhadap kepemimpinan Prabowo," ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Rekomendasi
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
Garap Proyek Listrik...
Garap Proyek Listrik di Sumba, Liliana Tanoesoedibjo Optimistis Indonesia Bersinar di Miss World 2026
Berita Terkini
Dokter Tifa Didampingi...
Dokter Tifa Didampingi Refly Harun Masuk Ruang Tahanan Polda Metro Jaya, Langsung Ditahan?
Penampakan Roy Suryo...
Penampakan Roy Suryo usai Ditahan: Menenteng Rompi Oranye, Enggan Komentar
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved