alexametrics

Pemerintah Putuskan Bebas Visa China Dihentikan Sementara

loading...
Pemerintah Putuskan Bebas Visa China Dihentikan Sementara
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. Foto/SINDOnews.dok
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara bebas visa bagi warga negara China. Hal ini diputuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas (ratas) di Halim Perdanakusuma.

"Kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrivals untuk warga negara Cina yg bertempat tinggal di mainland Cina untuk sementara dihentikan," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, di Halim Perdana Kusuma, Minggu (2/2/2020). (Baca juga: Virus Corona, DPR Usul Bebas Visa China Dicabut Sementara)

Kebijakan ini diambil karena kasus virus corona di Wuhan. Terlebih lagi WHO juga sudah mengumumkan situasi darurat global yang terkait dengan virus corona.



Sebelumnya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasona Laoly memberikan tanggapan terkait permintaan pencabutan bebas visa Cina karena adanya virus corona di Wuhan Cina. Dia menilai bahwa hal tersebut harus dibicarakan secara spesifik.

"Ada permintaan itu kita harus selektif juga. Nanti kita akan bicarakan secara spesifik lagi," katanya. (Baca juga: Virus Corona, MPR Minta Pemerintah Monitor TKA China)

Menurutnya hal ini tidak bisa diputuskan secara terburu-buru. Apalagi tidak semua daerah di Cina terkena virus corona.

"Kita harus selektif. Tidak semua daerah terimplikasi. Nanti kan kita harus pikirkan juga hubungan-hubungan diplomatik. Tapi kita memang paham ini mengagetkan bukan hanya Indonesia tapi banyak negara," ungkapnya.

Yasonna mengatakan pihak Imigrasi terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain dalam penanganan virus corona.

"Tadi sudah rapat dengan Menko PMK. Semua kementerian/lembaga menangani. Jadi imigrasi kami berkoordinasi dengan Kemenkes dan lain-lain soal itu," ujarnya.
(maf,maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak