Jelang 100 Hari Kerja Pemerintah Prabowo-Gibran, Sejumlah Tokoh Berikan Catatan Kritis
Kamis, 09 Januari 2025 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Di Depan Menteri dan Pejabat Negara, Prabowo: Aparat Pemerintah Bersihkan Dirimu
"Banyaknya susunan pada masing-masing Kementerian dan Badan serta masih adanya utusan khusus, seolah sistem kerja yang dibangun terlihat seperti kebingungan dalam menjalankan tugas dan fungsinya," ujar Prof. Ikrar.
Pihaknya berharap Presiden Prabowo melakukan evaluasi secara berkala agar para pembantu presiden dapat bekerja secara baik dan efektif.
Senator Al Hidayat Samsu berpandangan, menyongsong 100 hari kerja Kabinet Merah Putih masih banyak catatan, di antaranya masalah kerusakan lingkungan yang sedang terjadi hari ini. "Masalah deforetasi masih menjadi isu utama lingkungan, karena berbagai daerah maraknya bencana banjir," kata Al Hidayat.
Al Hidayat menegaskan, untuk menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia sudah ada di periode ini. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya perusahaan Slstart up yang dikembangkan oleh talenta - talenta muda terbaik Bangsa ini.
"Hal ini perlu dirumuskan oleh Pemerintah untuk dapat membangun ekosistem usaha yang bagus dan baik. Di lain sisi, banyak talenta yang pindah menjadi warga negara asing. Ini diketahui karena kondisi Republik ini kurang kompetitif dalam pengembangan usahanya," kata Al Hidayat.
"Banyaknya susunan pada masing-masing Kementerian dan Badan serta masih adanya utusan khusus, seolah sistem kerja yang dibangun terlihat seperti kebingungan dalam menjalankan tugas dan fungsinya," ujar Prof. Ikrar.
Pihaknya berharap Presiden Prabowo melakukan evaluasi secara berkala agar para pembantu presiden dapat bekerja secara baik dan efektif.
Senator Al Hidayat Samsu berpandangan, menyongsong 100 hari kerja Kabinet Merah Putih masih banyak catatan, di antaranya masalah kerusakan lingkungan yang sedang terjadi hari ini. "Masalah deforetasi masih menjadi isu utama lingkungan, karena berbagai daerah maraknya bencana banjir," kata Al Hidayat.
Al Hidayat menegaskan, untuk menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia sudah ada di periode ini. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya perusahaan Slstart up yang dikembangkan oleh talenta - talenta muda terbaik Bangsa ini.
"Hal ini perlu dirumuskan oleh Pemerintah untuk dapat membangun ekosistem usaha yang bagus dan baik. Di lain sisi, banyak talenta yang pindah menjadi warga negara asing. Ini diketahui karena kondisi Republik ini kurang kompetitif dalam pengembangan usahanya," kata Al Hidayat.
Lihat Juga :