KH Ma'ruf Amin dan Gus Muhaimin Bakal Hadiri Haul Pendiri NU KH Bisri Syansuri
Senin, 30 Desember 2024 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
"Beliau masyhur dengan wasiatnya yakni, “selama hidupku aku pengikut Nahdlatul Ulama. Jika meninggal dunia, maka wasiatku kepada masyarakat adalah supaya mereka tetap menjadi Nahdlatul Ulama”. Beliau berpesan agar masyarakat berpegang teguh pada Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dan tetap berada di dalam rabithah jam’iyyah Nahdlatul Ulama supaya terjaga sanad keagamaan, nasionalisme, dan keluhuran budi pekerti," tuturnya.
Baca juga: Sejarah Nahdlatul Ulama, Lahir dari Pergulatan Pemikiran Para Kiai
Maka, dalam peringatan haul pendiri sekaligus Harlah ke-110 Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, itu, diselenggarakan rangkaian kegiatan untuk mendo’akan dan meneladani KH Bisri Syansuri, serta menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi pesantren.
"Rangkaian kegiatan dimulai sejak Oktober 2024, antara lain Lomba Santri, Majelis Sholawat, Manaqib Syeikh Abdul Qodir alJailani, Khatmil Qur’an bi al-Nahlor wa al-Ghaib, Pengajian Alumni, Khataman Bani Bisri, Tahlil kubro, Bahtsul Masaail se-Kabupaten Jombang dan Khatmil Kitab Shohih Bukhori," jelasnya.
Puncak peringatan Haul ke-46 Allah Yarham KH Bisri Syansuri di malam Tahun Baru 2025, diisi dengan pengajian umum mengangkat tema “Meneladani Keikhlasan dan Kerendahan Hati Mbah Bisri”. Salah satu teladannya, KH Bisri Syansuri tidak bersedia menjadi Rais Aam PBNU selama KH Abdul Wahab Chasbullah masih ada walaupun telah dipilih oleh peserta Muktamar NU. "Sebuah keluhuran akhlak khas pesantren di lingkungan jam’iyyah yang didirikan oleh ulama pondok pesantren," tuturnya.
Baca juga: Sejarah Nahdlatul Ulama, Lahir dari Pergulatan Pemikiran Para Kiai
Maka, dalam peringatan haul pendiri sekaligus Harlah ke-110 Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, itu, diselenggarakan rangkaian kegiatan untuk mendo’akan dan meneladani KH Bisri Syansuri, serta menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi pesantren.
"Rangkaian kegiatan dimulai sejak Oktober 2024, antara lain Lomba Santri, Majelis Sholawat, Manaqib Syeikh Abdul Qodir alJailani, Khatmil Qur’an bi al-Nahlor wa al-Ghaib, Pengajian Alumni, Khataman Bani Bisri, Tahlil kubro, Bahtsul Masaail se-Kabupaten Jombang dan Khatmil Kitab Shohih Bukhori," jelasnya.
Puncak peringatan Haul ke-46 Allah Yarham KH Bisri Syansuri di malam Tahun Baru 2025, diisi dengan pengajian umum mengangkat tema “Meneladani Keikhlasan dan Kerendahan Hati Mbah Bisri”. Salah satu teladannya, KH Bisri Syansuri tidak bersedia menjadi Rais Aam PBNU selama KH Abdul Wahab Chasbullah masih ada walaupun telah dipilih oleh peserta Muktamar NU. "Sebuah keluhuran akhlak khas pesantren di lingkungan jam’iyyah yang didirikan oleh ulama pondok pesantren," tuturnya.
Lihat Juga :