Ekspor Komoditas Peternakan ke Jepang, Buktikan Gratieks Berjalan Efektif
Selasa, 01 September 2020 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
“Kita terus berupaya mengidentifikasi negara tujuan baru atau produk yang diinginkan oleh negara lain kemudian kembangkan dengan memperhatikan mutu dan keberlanjutan pasokan,” ungkapnya.
Berdasarkan data BPS yang diolah Pusdatin Kementan, kinerja ekspor komoditas peternakan pada tahun 2020 periode bulan Januari–Juli tercatat mencapai 174.946 ton dengan nilai USD 466.551.720 atau setara Rp6,88 triliun, Kelompok Pangan Segar dan Olahan merupakan Komoditas Ekspor Peternakan yang terbesar dengan volume dari Januari hingga Juli 2020 mencapai 84.789 ton dengan nilai USD334.344.516 atau setara Rp4,9 triliun.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menjelaskan dari data ekspor peternakan tersebut jika dibandingkan dengan periode yang sama (Januari-Juli) pada tahun 2019 (YoY), volume ekspor saat itu sebesar 143.035 Ton dengan nilai USD 374.864.463 sehingga terjadi peningkatkan yang signifikan pada volume ekspor sebesar 22,3 persen dan nilai ekspor naik sebesar 24,4 persen.
Nasrullah juga menjelaskan khusus untuk capaian Ekspor Komoditas Unggas dan Produk Unggas, dari Data BPS yang diolah Pusdatin Kementan, Ekspor Januari-Juli 2020 yaitu sebesar 341,6 ton dengan Nilai sekitar Rp17,5 miliar. Dari ekspor kelompok produk unggas ini adalah 87 persennya adalah dalam bentuk Produk daging unggas dan olahannya yaitu sebanyak 297,9 ton dengan nilai sebesar Rp7,9 miliar, selain dari produk unggas lainnya yaitu seperti DOC, Hatching Egg dan Telur olahan.
Negara tujuan ekspor produk unggas Indonesia saat ini yaitu antara lain Jepang, Myanmar, PNG, dan Timor-Leste, namun peluang pasar ekspor produk unggas masih terbuka cukup luas. Karena saat ini beberapa negara tujuan ekspor lainnya seperti Saudi Arabia, Singapura, Brunei dan Tiongkok masih dalam tahap penyelesaian proses pemenuhan persyaratan antar pemerintah (G to G).
Berdasarkan data BPS yang diolah Pusdatin Kementan, kinerja ekspor komoditas peternakan pada tahun 2020 periode bulan Januari–Juli tercatat mencapai 174.946 ton dengan nilai USD 466.551.720 atau setara Rp6,88 triliun, Kelompok Pangan Segar dan Olahan merupakan Komoditas Ekspor Peternakan yang terbesar dengan volume dari Januari hingga Juli 2020 mencapai 84.789 ton dengan nilai USD334.344.516 atau setara Rp4,9 triliun.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menjelaskan dari data ekspor peternakan tersebut jika dibandingkan dengan periode yang sama (Januari-Juli) pada tahun 2019 (YoY), volume ekspor saat itu sebesar 143.035 Ton dengan nilai USD 374.864.463 sehingga terjadi peningkatkan yang signifikan pada volume ekspor sebesar 22,3 persen dan nilai ekspor naik sebesar 24,4 persen.
Nasrullah juga menjelaskan khusus untuk capaian Ekspor Komoditas Unggas dan Produk Unggas, dari Data BPS yang diolah Pusdatin Kementan, Ekspor Januari-Juli 2020 yaitu sebesar 341,6 ton dengan Nilai sekitar Rp17,5 miliar. Dari ekspor kelompok produk unggas ini adalah 87 persennya adalah dalam bentuk Produk daging unggas dan olahannya yaitu sebanyak 297,9 ton dengan nilai sebesar Rp7,9 miliar, selain dari produk unggas lainnya yaitu seperti DOC, Hatching Egg dan Telur olahan.
Negara tujuan ekspor produk unggas Indonesia saat ini yaitu antara lain Jepang, Myanmar, PNG, dan Timor-Leste, namun peluang pasar ekspor produk unggas masih terbuka cukup luas. Karena saat ini beberapa negara tujuan ekspor lainnya seperti Saudi Arabia, Singapura, Brunei dan Tiongkok masih dalam tahap penyelesaian proses pemenuhan persyaratan antar pemerintah (G to G).
Lihat Juga :