PPN 12% Tuai Kritik, Perak Indonesia: Beban bagi Perempuan

Kamis, 26 Desember 2024 - 14:46 WIB
loading...
A A A
Oleh karena itu, dia menuturkan, meskipun pemerintah mengklaim bahwa barang-barang kebutuhan pokok tidak akan terpengaruh oleh kenaikan PPN, faktanya adalah bahwa kenaikan PPN tetap akan berdampak pada banyak barang dan layanan yang dikonsumsi oleh masyarakat, termasuk perempuan.

“Meskipun kenaikan PPN sebesar 12% mungkin bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan pendapatan negara, dampaknya terhadap perempuan tidak dapat diabaikan. Baik secara langsung maupun tidak langsung, perempuan yang bekerja sebagai pengusaha, pekerja, kepala keluarga, dan pengelola rumah tangga akan merasakan dampaknya,” ujarnya.

Melihat dampak yang cukup serius tersebut, Ade menyarankan pemerintah lebih baik fokus memperbaiki sistem pajak melalui administrasi perpajakan ketimbang menaikan PPN 12 Persen. "Daripada membebani rakyat dengan tarif pajak yang lebih tinggi, pemerintah seharusnya fokus menjangkau wajib pajak besar yang selama ini belum optimal berkontribusi," tegasnya.

Selain itu, ia juga mengusulkan efisiensi belanja negara untuk mengurangi pemborosan anggaran. "Penghematan dan alokasi yang lebih produktif akan jauh lebih efektif dibandingkan menaikkan pajak yang langsung berdampak pada rakyat kecil," katanya.

Ade berharap agar pemerintah mempertimbangkan kembali rencana kenaikan PPN ini. Ade menuturkan, kebijakan yang bijaksana harus berpihak pada rakyat, terutama dalam situasi ekonomi yang masih penuh tantangan.

“Pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan ini sejalan dengan program yang membantu kelompok rentan, termasuk perempuan. Kita perlu memastikan setiap langkah kebijakan mendukung pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Membangun Ekosistem...
Membangun Ekosistem Haji Masa Depan: Ramah Perempuan, Lansia, Difabel dan Lingkungan
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
Pendampingan PNM Mekaar...
Pendampingan PNM Mekaar Antar Perempuan UMKM Raih Prestasi Nasional
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Pemerintah Tinjau Lagi Rencana Pajak Sembako
Transformasi KAI Hadirkan...
Transformasi KAI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Setara bagi Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
Ahli Biologi China Gagas...
Ahli Biologi China Gagas Perempuan Haid 4 Kali Setahun, Dokter Ungkap Risikonya
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
Rekomendasi
Masalah Klasik Lagi,...
Masalah Klasik Lagi, Justin Hubner Terancam Absen Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
Berita Terkini
Kabar Duka, Juru Bicara...
Kabar Duka, Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Meninggal Dunia
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Infografis
Daftar Lengkap Staf...
Daftar Lengkap Staf Pelatih Timnas Indonesia Era John Herdman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved