Haul ke-15 Gus Dur, Menag Sampaikan Pesan Pentingnya Doakan Orang yang Sudah Wafat

Minggu, 22 Desember 2024 - 07:10 WIB
loading...
Haul ke-15 Gus Dur,...
Menag Nasaruddin Umar menyampaikan pesannya pada Haul ke-15 KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Komplek Jalan Al Munawaroh, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan tadi malam. Foto/SINDOnews/ari sandita murti
A A A
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan pesannya pada Haul ke-15 KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Komplek Jalan Al Munawaroh, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Sabtu (21/12/2024) malam. Menag mengatakan, Gus Dur kerap mendoakan orang yang sudah wafat.

Nasaruddin menceritakan tentang keteladanan Gus Dur dalam mendoakan seseorang. Salah satunya kala Gus Dur mendatangi makam Guru Walisongo, Syekh Jamaluddin Akbar al-Husaini atau Maulana Husain Jumadil Kubro di Desa Tosora, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo. Padahal, sejatinya kala itu masih banyak orang yang tak tahu tentang sosok Syekh Jamaluddin.

"Gus Dur pada waktu itu menyatakan inilah guru sejati daripada Walisongo. Siapa yang memberitahu Gus Dur, Gus Dur tak memberitahu. Belakangan kami ke Malaysia dan akhir-akhir ini banyak orang Malaysia yang mengunjungi Tosora di Kabupaten Wajo itu, itu betul gurunya Walisongo," ujarnya di lokasi, Sabtu (21/12/2024).

Baca juga: Haul ke-15 Gus Dur Dihadiri Menag hingga Cagub-Cawagub Jakarta Terpilih

Nasaruddin menerangkan, spirit orang wafat itu sebetulnya tak pernah benar-benar mati karena manusia itu wujud abadi, Tuhan itu wujud azali, dan alam semesta ini wujud Baharu. Sekali jadi manusia, tak pernah berhenti jadi manusia, sampai nanti akhir neraka itu.

"Jadi kalau ada orang mengatakan mati dalam arti total itu sesungguhnya tak seperti itu kata Al-Qur’an, dia cuma pindah ke terminal berikutnya kok. Gus Dur sekarang ini sedang menikmati parcel yang dikirimkan oleh orang hidupnya. Doa yang kita panjatkan, kita doakan pada orang mati, kita baca dalam kitab-kitab kuning, jadi doa kita itu menjelma menjadi parcel yang menghibur orang yang sudah wafat," katanya.

Baca juga: Haul ke-15 Gus Dur, Ribuan Orang Berkumpul Ciganjur

Nasaruddin mengungkapkan, orang-orang yang tak pernah mendapatkan kiriman hidup, tak pernah dihaulkan sebagaimana dalam Haul ke-15 Gus Dur, itulah yang menderita karena harus mengantri pada hari Jumat sebagaimana kata Imam Al Ghazali. Pasalnya, pada hari Jumat, khotbah kedua ada doa yang wajib dibaca oleh para khatib, yang mana doa itu menjadi rebutan bagi orang-orang yang telah wafat.

"Begitu kata-kata Wal Akhwat maupun yang sudah wafat, jadi artinya muslim laki-laki dan perempuan, mukmin laki-laki dan perempuan, baik masih hidup maupun sudah wafat, begitu yang wafat disebutkan, bagaikan anak ayam yang ditaburi dengan benih, rebutan mereka itu, ada mantan menteri, ada mantan gubernur," bebernya.

"Kenapa? Karena doanya khatib di khotbah kedua itu, itu yang ditunggu-tunggu oleh mereka-mereka yang tak pernah ada mendoakan. Tapi banyak orang santai di situ duduk, bapak ibu kenapa enggak ikut rebutan, saya tak perlu rebutan, anak saya di pondok pesantren, yang setiap habis salat 5 waktu dikirimkan saya surat Al Fatihah," kata Nasaruddin.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Paradoks NU: Ketika...
Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar
Waisak 2026, Menag:...
Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Menag: Pembubaran Ibadah...
Menag: Pembubaran Ibadah di Bantul Tak Boleh Terulang Lagi
Rekomendasi
Keluarganya Diduga Jadi...
Keluarganya Diduga Jadi Target Santet, Driver Ojol Ini Syok saat Putrinya Tiba-Tiba Menghilang!
Telepon dari Customer...
Telepon dari Customer Bikin Syok! Siapa Sosok yang Sebenarnya Dibonceng Ojol Ini?
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Berita Terkini
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Ayah Hadir, Indonesia...
Ayah Hadir, Indonesia Kuat: Melawan Fenomena Fatherless demi Generasi Emas 2045
Tren Komentar Spam Judi...
Tren Komentar Spam Judi Online Naik 128 Persen, Kini Pakai Sistem Bot Otomatis
Dokter Icha Akhiri Hidup...
Dokter Icha Akhiri Hidup usai Diduga Diintimidasi Legislator Daerah, Puan: Penyelidikan Harus Tuntas
Soroti Kejanggalan,...
Soroti Kejanggalan, Tim Hukum MNC Asia Surati KY dan MA untuk Awasi Sidang Banding Perkara CMNP
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved