Prabowo Ingin Jam Olahraga Ditambah, Komisi X DPR Soroti Minim Fasilitas di Sekolah
Kamis, 19 Desember 2024 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Laksma TNI Monang Hatorangan Ditunjuk Jadi Danpus Kopaska, Pasukan Elite TNI AL
Namun, Lalu Hadrian, ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam implementasi program ini. Di antaranya kurangnya jumlah guru olahraga, fasilitas olahraga yang memadai di satuan pendidikan dan minimnya anggaran untuk program layanan olahraga termasuk olahraga pendidikan.
”Saat ini hanya sekitar 12%dari lebih 439.000 sekolah di Indonesia yang memiliki fasilitas olahraga yang cukup baik. Dampaknya peserta didik kurang mendapatkan aktivitas fisik/olahraga,” ujarnya.
Mengacu pada data Kemenpora RI tahun 2021, jumlah rata-rata peserta didik dengan kategori sangat aktif berolahraga hanya 2,1%. Sementara derajat kebugaran jasmani yang baik dan baik sekali hanya mencapai jumlah 11,88% (SD), 9,50% (SMP) dan 10,56% (SMA).
”Pendanaan dukungan olahraga yang bersumber dari APBN rata-rata hanya 0,065% dari APBN maupun APBD rata-rata 0,16% berdasarkan sampel beberapa provinsi. Secara persentase ini masih sangat minim dibandingkan kebutuhan ideal untuk menyentuh 53,14 juta peserta didik dan melakukan pembinaan untuk mencetak atlet berprestasi dari usia dini,” urainya.
Lalu Hadrian Irfani memberikan beberapa rekomendasi untuk mendukung pelaksanaan program Gerakan Indonesia Bugar. Pertama, mendorong olahraga pendidikan diberdayakan secara optimal dalam mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia Unggul dan peranannya ditingkatkan sebagai bagian pendidikan menyeluruh, tidak hanya sebagai pelengkap.
Namun, Lalu Hadrian, ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam implementasi program ini. Di antaranya kurangnya jumlah guru olahraga, fasilitas olahraga yang memadai di satuan pendidikan dan minimnya anggaran untuk program layanan olahraga termasuk olahraga pendidikan.
”Saat ini hanya sekitar 12%dari lebih 439.000 sekolah di Indonesia yang memiliki fasilitas olahraga yang cukup baik. Dampaknya peserta didik kurang mendapatkan aktivitas fisik/olahraga,” ujarnya.
Mengacu pada data Kemenpora RI tahun 2021, jumlah rata-rata peserta didik dengan kategori sangat aktif berolahraga hanya 2,1%. Sementara derajat kebugaran jasmani yang baik dan baik sekali hanya mencapai jumlah 11,88% (SD), 9,50% (SMP) dan 10,56% (SMA).
”Pendanaan dukungan olahraga yang bersumber dari APBN rata-rata hanya 0,065% dari APBN maupun APBD rata-rata 0,16% berdasarkan sampel beberapa provinsi. Secara persentase ini masih sangat minim dibandingkan kebutuhan ideal untuk menyentuh 53,14 juta peserta didik dan melakukan pembinaan untuk mencetak atlet berprestasi dari usia dini,” urainya.
Lalu Hadrian Irfani memberikan beberapa rekomendasi untuk mendukung pelaksanaan program Gerakan Indonesia Bugar. Pertama, mendorong olahraga pendidikan diberdayakan secara optimal dalam mendukung pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia Unggul dan peranannya ditingkatkan sebagai bagian pendidikan menyeluruh, tidak hanya sebagai pelengkap.
Lihat Juga :