Denny JA: Puisi Esai Sangat Potensial untuk Alih Wahana ke Film hingga Karya Seni Lain

Rabu, 18 Desember 2024 - 19:37 WIB
loading...
Denny JA: Puisi Esai...
Penggagas Puisi Esai Denny JA menyebut puisi esai sangat potensial untuk alih wahana ke teater, film, dan karya seni lain. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Genre sastra Puisi Esai sangat potensial untuk dialihwahanakan ke format karya seni lain, seperti teater, film, dan sebagainya.

Penggagas Puisi Esai Denny JA mengungkapkan potensi Puisi Esai tersebut di sela-sela Festival Puisi Esai Jakarta II, pada 13-14 Desember 2024, di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Denny JA menjelaskan, kisah Puisi Esai potensial untuk diangkat ke teater atau film karena bisa mengembangkan drama fiksi dengan karakter tokoh dan plot yang dituliskan secara puitis. Denny JA mengaku bukan cuma bicara teoretis, karena dirinya sudah membuktikan dengan alih wahana beberapa Puisi Esai karyanya ke bentuk film.

Baca juga: Pameran Seni Digelar di Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali

Sutradara kondang Hanung Bramantyo pernah membuat lima film berdasarkan lima Puisi Esai Denny JA. Namun saat itu, film tersebut bukan ditujukan untuk layar lebar di bioskop.

Karena pentingnya isu ini, diadakan dialog dengan topik “Dari Puisi Esai ke Film, Teater, Lagu, Musik dan Karya Seni Lainnya” di Festival Puisi Esai Jakarta II. Narasumbernya adalah para praktisi drama dan teater, Venantius Vladimir Ivan, Isti Nugroho, dan Ipit Saefidier Dimyati dengan moderator Isbedy Stiawan.

Baca juga: 11 Duta Puisi Esai Dilantik, Siap Bertugas di Seluruh Indonesia

Venantius Vladimir Ivan mengatakan ada proses yang harus dijalani jika hendak menuju teater berbasis Puisi Esai. Ini diawali dengan membedah maksud dan tujuan Puisi Esai tersebut ditulis, sehingga pencapaiannya memenuhi harapan.

Puisi Esai adalah genre yang sarat dengan pesan kemanusiaan, kritik sosial, dan sebagainya. Ivan optimistis bahwa teater atau seni pertunjukan, jika menjadi alih wahana Puisi Esai, juga bisa menjadi penyampai pesan yang baik.

Sedangkan, Ipit Saefidier Dimyati menyatakan Puisi Esai pada dasarnya bisa dialihwahanakan ke format film, video, ataupun teater. Tetapi ketika melakukan alih wahana itu bisa menghilangkan atau memunculkan sesuatu yang awalnya tidak terbayangkan oleh penulis Puisi Esai.

Puisi itu mediumnya kata-kata, tetapi kalau teater itu mediumnya audio visual kinetik, dan tentu saja disaksikan secara langsung. “Suatu seni pertunjukan itu artinya harus kini dan di sini. Peralihan dari puisi esai ke teater itu melalui proses adaptasi atau familiarisasi,” ujar Ipit, Rabu (18/12/2024).

Dari Puisi Esai bisa dialihwahanakan menjadi monolog, dialog, story telling, dan dramatic reading. Sedangkan Isti Nugroho pada Festival Puisi Esai ini malah sudah mempertunjukkan hasil alih wahananya dari Puisi Esai ke monoplay. Pada jam yang berbeda, ada penampilan teater karya Isti Nugroho, aktivis dan seniman asal Yogyakarta tersebut.

Judulnya, “Doktrin Sinatra.” Penampilnya adalah Isti Nugroho dan Agusto Sulistio, pengarah dramatika Indra Tranggono, dan penata musik Agusto Sulistio.

Temanya berkaitan dengan gerakan perubahan Glasnost (keterbukaan) dan Perestroika (restrukturisasi) di Uni Soviet masa Gorbachev. Masa krusial menjelang runtuhnya komunisme di Uni Soviet dan Eropa Timur.

Format pertunjukan ini adalah satu Puisi Esai karya Isti Nugroho dibaca oleh tiga orang. Karena Puisi Esai ini merupakan perpaduan antara fakta dan fiksi, maka ada alur ceritanya. Penampilan mereka diiringi musik, serta dilengkapi kostum dan properti.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Denny JA Nilai Prabowo...
Denny JA Nilai Prabowo Sedang Bangun Fondasi Indonesia Baru
Diberkati Paus Fransiskus,...
Diberkati Paus Fransiskus, Nilai Lukisan Denny JA Diprediksi Tembus Rp34 Miliar
Melihat Tas Kulit Be...
Melihat Tas Kulit Be El Be, Seni Ukir yang Lahir dari Kegelisahan Istri Prajurit TNI AD
Budayawan Denny JA Publikasikan...
Budayawan Denny JA Publikasikan 8 Buku Puisi Esai tentang Luka Sejarah
Festival Seni dan Kesehatan...
Festival Seni dan Kesehatan Meriahkan HUT ke-51 Sompo Indonesia
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Karya Teater Indonesia...
Karya Teater Indonesia Tembus La Biennale Venezia 2026, Audio Digarap Riccardo Mazzoni
Rekomendasi
Jakarta Pro Cycling...
Jakarta Pro Cycling Team Raih 5 Medali di Kejurnas Road 2026, Aligya Keiko Bersinar dengan Emas
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Anggota DPRD Jakarta...
Anggota DPRD Jakarta Sebut Flyover Latumenten Bisa Kurangi Macet 40%
Berita Terkini
Kuasa Hukum Dokter Tifa...
Kuasa Hukum Dokter Tifa Tuding Dakwaan JPU Diskriminatif dan Ada Rekayasa Prosedur
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan di PN Jaksel, Kubu Jokowi Sebut Mengulur Waktu
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Pakar Hukum Tegaskan...
Pakar Hukum Tegaskan Karya Jurnalistik Tak Bisa Dijadikan Barang Bukti Persidangan Dokter Tifa
Di Rakernas APEKSI,...
Di Rakernas APEKSI, Menko AHY: Wali Kota Adalah Duta Terbaik untuk Tarik Investasi dan Layani Rakyat Perkotaan
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved