Pemecatan Jokowi, Gibran dan Bobby dari PDIP Dinilai Sangat Dinantikan Ketiganya

Selasa, 17 Desember 2024 - 19:14 WIB
loading...
Pemecatan Jokowi, Gibran...
Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar menilai pemecatan Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution sebagai kader PDIP sangat dinantikan ketiganya. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pemecatan Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai sangat dinantikan ketiganya. Pemecatan itu juga tidak membuat pengaruh politik ketiganya redup.

"Pemecatan secara terbuka tersebut sepertinya justru sangat dinantikan oleh Jokowi, Gibran, dan Bobby yang selama ini merasa PDIP menjadi beban politiknya," ujar Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar, Selasa (17/12/2024).

Baca juga: Dipecat PDIP, Jokowi: Ndak Apa, Waktu yang akan Mengujinya

Menurut Semar, pemecatan itu justru merugikan PDIP lantaran Gibran saat ini sedang mengemban tugas sebagai Wakil Presiden dan Bobby Nasution terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara.

"Dan Jokowi Presiden ke-7 yang masih sangat berpengaruh bahkan dukungan publik pada dirinya masih sangat besar sekali," katanya.



Salah satu indikatornya mayoritas calon kepala daerah yang didukung Jokowi berhasil memenangkan kontestasi Pilkada.

"Bahkan terus-menerus tak henti masyarakat menemui Jokowi di kediamannya di Solo baik secara individu maupun berkelompok ini kan luar biasa sekali," ujar Semar.

Baca juga: Jokowi Dipecat PDIP, Mantan Jubir Presiden SBY Singgung Karma Politik

Dia juga menyinggung kiprah Jokowi dan keluarganya yang menurutnya telah berhasil mendongkrak suara PDIP menjadi partai pemenang dalam beberapa pemilu di Indonesia yang sebelumnya sulit dicapai.

"Sudah terbukti, sejak kali pertama pemilu presiden dilakukan secara langsung di tahun 2004 PDIP selalu gagal dalam kontestasi pilpres tersebut dan baru berhasil setelah adanya sosok Jokowi yang membuat kemenangan PDIP dua kali berturut-turut baik pilpres maupun pileg," ujarnya.

"Dengan begitu dapat diartikan Jokowilah yang membuat PDIP berhasil merebut kekuasaan politik dan fakta terakhir ketika mengusung Ganjar justru menjadi juru kunci alias paling kecil suara yang didapat," sambungnya.

Dia melanjutkan, tanpa Jokowi ternyata PDIP gagal dalam pilpres.

"Dan agak lucu juga suara partai lebih besar dari suara capresnya biasanya sebaliknya ya," ujar Semar yang juga aktivis 98 itu.

Dirinya yakin partai politik saat ini semua berharap Jokowi dan keluarganya bisa bergabung pascadipecat dari PDIP karena animo publik yang masih sangat tinggi pada presiden ketujuh tersebut.

"Banyak sekali yang siap menampung Jokowi, Gibran, dan Bobby secara politik karena mereka memiliki kekuatan politik yang sangat diperhitungkan dengan dukungan masyarakat yang masih cukup luas dan besar, sehingga akan membawa keuntungan bagi partai politik yang dapat meminangnya," imbuhnya.

Menurut dia, yang patut dipertanyakan itu alasan pemecatan. "Karena Jokowi intervensi MK ini tuduhan serius yang harus dibuktikan karena kami meyakini Jokowi tak akan melakukannya," ungkap Semar.

Diakhir Semar menegaskan pihaknya terus mendukung langkah-langkah politik yang akan diambil oleh Jokowi dan keluarganya karena yakin jalan yang akan dipilih tentu untuk kepentingan bangsa secara umum.

"Rampai Nusantara akan selalu bersama untuk mendukung langkah politik Jokowi dan Gibran karena diyakini apa pun yang akan ditempuh pasti mengutamakan kepentingan bangsa dan negara khususnya untuk rakyat Indonesia" pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Rekomendasi
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved