Menekraf Dukung Pembentukan Asosiasi Konten Kreator untuk Bantu Pemerintah

Jum'at, 13 Desember 2024 - 16:08 WIB
loading...
Menekraf Dukung Pembentukan...
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menerima audiensi para konten kreator. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mendukung pembentukan asosiasi konten kreator untuk membantu program pemerintah. Dia bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menerima audiensi para konten kreator di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Kamis, 12 Desember 2024.

Dalam pertemuan itu, para konten kreator berharap pemerintah mendukung rencana pembentukan sebuah wadah atau asosiasi yang diinisiasi konten kreator. Hadir juga dalam kegiatan ini Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto, Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Menekraf Riefky mengatakan Kementerian Ekonomi Kreatif tentu menyambut baik usulan dari para konten kreator di Indonesia untuk membentuk sebuah wadah atau asosiasi konten kreator. Dia menuturkan, usulan para konten kreator untuk membentuk sebuah wadah atau asosiasi untuk memudahkan kolaborasi dengan pemerintah ke depannya dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia.

Menekraf Dukung Pembentukan Asosiasi Konten Kreator untuk Bantu Pemerintah


Baca juga: Wakil Ketua MPR Berharap Asosiasi Konten Kreator untuk Nusantara Perkuat Pancasila

“Jadi kalau ada wadahnya, tentu kita akan lebih mudah berkolaborasi antara pemerintah dengan pelaku konten kreator. Kita bisa berkolaborasi kaitannya dengan memperjuangkan apa yang menjadi tantangan-tantangan para konten kreator selama ini,” ujar Riefky.

Selain itu, Riefky mengatakan adanya wadah atau asosiasi yang digagas para konten kreator ini juga akan memberikan edukasi di berbagai daerah. Maka dari itu, Riefky menekankan keputusan untuk nama wadahnya menjadi kewenangan para konten kreator tersebut.

“Pembentukan asosiasi konten kreator di Indonesia diharapkan memberikan edukasi bagi konten kreator baru, dan tentunya untuk membantu berbagai program pemerintah yang selama ini justru secara tidak langsung sudah dibantu oleh para konten kreator. Jadi banyak hal manfaat dari wadah ini,” jelas Riefky.

Selanjutnya, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto menilai asosiasi yang direncanakan oleh para konten kreator sebenarnya bagus dalam konteks mempersatukan dari berbagai macam orang yang bergiat di dunia kreatif konten. Karena, kata dia, itu bisa menularkan sisi keberhasilan kepada kreator-kreator konten yang ada di seluruh daerah Indonesia.

“Dari sisi itu ada sisi perlindungan hukumnya, ada sisi banyak aspek dari yang dibutuhkan kreator konten, mungkin bisa dibagikan oleh orang-orang yang hebat di sana. Jadi saya rasa ini adalah satu hal yang sangat baik. Semoga arahnya bisa terealisasi dengan segera dan memberikan hal yang baik buat ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Yovie.

Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad menjelaskan rencana pembentukan asosiasi ekonomi kreatif yang digagas oleh para konten kreator harus didukung. Namun, kata Raffi, untuk nama asosiasinya diserahkan kepada para konten kreator yang memutuskan.

“Pemerintah di sini, saya sebagai Utusan Presiden Generasi Muda dan Pekerja Seni, pasti bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Staf Khusus Presiden Mas Yovie Widianto, kita sama-sama mau benar-benar mensupport,” kata Raffi.

Karena, kata Raffi, asosiasi ini penting untuk memberikan pendampingan dan monitoring bagi para konten kreator jika mengalami kendala. “Biar teman-teman konten kreator mengkaji, ini kan harus dikerucutkan. Tadi audiensi pertama bersama Pak Menteri Ekonomi Kreatif, Alhamdulillah. Harusnya asosiasi seperti ini bisa menjadi payung besar,” imbuhnya.

Dia berpendapat, arahan Presiden Prabowo Subianto jelas penting berkolaborasi dengan kementerian/lembaga dalam mensukseskan program Asta Cita. Tentu saja, kata Raffi, sebuah wadah atau asosiasi konten kreator ini sangat penting untuk mempersatukan supaya tidak terjadi perpecahan oleh pihak yang menyalahgunakan digitalisasi dengan menyebarkan berita-berita bohong atau berita hoaks.

“Untuk sinegi dengan pemerintah, sinergi juga apalagi konten-konten kreatif ini butuh juga di daerah-daerah yang harus kita perhatikan. Supaya mereka bukan hanya jadi konten kreatif, tapi diajarin bisnis kreatif. Karena konten kreatif, ekonomi kreatif itu bagus. Jadi tidak boleh ada ego sektoral, kita harus sama-sama,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut Raffi, saat ini banyak konten kreator anak-anak muda atau Gen Z yang tentunya harus dirangkul, baik yang di kota maupun daerah. Sebab, tidak bisa dipungkiri anak-anak muda justru sekarang sedang naik sehingga harus dirangkul dalam satu wadah.

Dia menambahkan, pemerintah tidak mengintervensi karena dikembalikan lagi kepada para konten kreator. “Bayangin kalau kita bisa bersatu, payungnya bagus, bisa merangkul semua, ya bagus buat semua. Jadi bagus dengan asosiasi seperti ini, kita serahkan semua ke mereka,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mau Ikut Pilih Logo...
Mau Ikut Pilih Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI? Begini Caranya
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Menekraf Teuku Riefky...
Menekraf Teuku Riefky Dorong Animator Indonesia Naik Kelas
Kemenekraf Jemput Bola...
Kemenekraf Jemput Bola Jajaki Kolaborasi dengan Animator Horor Komedi
Presiden Prabowo Reshuffle...
Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih Sore Ini?
Isu Reshuffle Kabinet...
Isu Reshuffle Kabinet Semakin Santer, Nama-nama Ini Beredar
Lewat Kuliner Pilihan...
Lewat Kuliner Pilihan ShopeeFood, Aa Juju Ungkap Cerita di Balik Kuliner Legendaris Jakarta dan Bandung
Realita di Balik Layar...
Realita di Balik Layar Kreator Digital: Jadikan Komentar Audiens Sebagai Materi Komedi
Kisah Rizaldo Arif Akbar,...
Kisah Rizaldo Arif Akbar, dari Bisnis Digital hingga Jadi Travel Content Creator
Rekomendasi
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved