Tak Dukung Gibran, Elektabilitas PKS Secara Nasional Dinilai Bisa Naik

Selasa, 01 September 2020 - 08:59 WIB
loading...
Tak Dukung Gibran, Elektabilitas...
Strategi PKS berseberangan dengan kekuatan dominan untuk melawan Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo, cukup diapresiasi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menyatakan, strategi PKS berseberangan dengan kekuatan dominan untuk melawan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka cukup diapresiasi, meski PKS tak memiliki kursi cukup di Solo untuk mengusung calon sendiri.

(Baca juga: Belum Tentukan Calon di Surabaya, PDIP Tak Ingin Salah Beri Dukungan)

"Ini bukan soal Solo semata, tetapi akan miliki daya ungkit elektabilitas secara nasional, pesan PKS jelas yakni oposisi," kata Dedi saat dihubungi SINDOnews, Selasa (1/9/2020).

(Baca juga: Kemesraan PDIP dan Gerindra Belum Tentu Berlanjut di 2024)

Dia mengatakan, pesan yang ingin disampaikan PKS jelas, bahwa posisi mereka berseberangan dengan kekuatan dominan. Sebab, selain dianggap melawan oligarki politik juga dinasti yang dibangun keluarga Presiden.

Namun demikian, Dedi menilai, konversi simpatik publik bisa saja menguap jika pada akhirnya PKS berlabuh ke koalisi Gibran. Untuk itu PKS perlu memastikan apapun yang terjadi tetap berada di seberang Gibran, itu akan menjadi modal pemasaran Parpol secara nasional.

"Pertarungan di Solo bagi PKS bukan lagi soal menang kalah, tetapi soal positioning, kalah sekalipun akan tetap mendapat dampak elektoral, karena anggapan beberapa hal; PKS melawan oligarki dan kekerabatan politik, juga konsisten oposisi Jokowi," pungkas dia.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gibran Ajak Mahasiswa...
Gibran Ajak Mahasiswa Kunker ke Ende hingga Papua
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Gugatan CLS terkait...
Gugatan CLS terkait Ijazah Wapres Gibran Lanjut ke Pemeriksaan Pokok Perkara
Rismon Sianipar Dilaporkan...
Rismon Sianipar Dilaporkan ke Polda Metro Jaya soal Dugaan Penipuan Buku Gibran End Game
KontraS Tolak Wapres...
KontraS Tolak Wapres Gibran Jenguk Andrie Yunus di RSCM, Ini Alasannya
Peduli Keselamatan Pemudik,...
Peduli Keselamatan Pemudik, PKS Dirikan Posko Pelayanan Mudik Gratis
Rekomendasi
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
FIFA Beri Lampu Hijau,...
FIFA Beri Lampu Hijau, Michael Oliver Pimpin Laga Belanda vs Swedia
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Zionis Israel Tak Bisa...
Zionis Israel Tak Bisa Hancurkan Hamas secara Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved