Jokowi dan Keluarga Dipecat PDIP, Bagaimana Karier Politiknya ke Depan?
Jum'at, 06 Desember 2024 - 17:53 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, Dedi menilai Jokowi akan membangun kekerabatan politiknya dengan partai politik sejak sekarang. Ia meyakini langkah politik Jokowi untuk mengambil alih partai politik bisa mengalahkan PDIP.
Baca Juga: Didepak dari PDIP, Jokowi: Berarti Partainya Perorangan
"Tentu itu (membangun kekerabatan dengan parpol lain) akan dilakukan Jokowi. Jika berhasil mengambil alih parpol kelas tengah, Jokowi mungkin akan survive dan bahkan potensial kalahkan PDIP ke depan," tandasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, hingga Bobby Nasution, bukan lagi menjadi bagian dari PDIP.
"Saya tegaskan kembali bahwa Pak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan," kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).
Hasto menyampaikan, partai telah menilai bahwa praktik-praktik politik yang dijalankan Jokowi dan keluarganya sudah tidak lagi sejalan dengan cita-cita partai yang telah diperjuangkan sejak masa Bung Karno. "Sehingga itulah yang terjadi, dan kemudian kita melihat bagaimana ambisi kekuasaan ternyata juga tidak pernah berhenti," ujarnya.
Baca Juga: Didepak dari PDIP, Jokowi: Berarti Partainya Perorangan
"Tentu itu (membangun kekerabatan dengan parpol lain) akan dilakukan Jokowi. Jika berhasil mengambil alih parpol kelas tengah, Jokowi mungkin akan survive dan bahkan potensial kalahkan PDIP ke depan," tandasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, hingga Bobby Nasution, bukan lagi menjadi bagian dari PDIP.
"Saya tegaskan kembali bahwa Pak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan," kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).
Hasto menyampaikan, partai telah menilai bahwa praktik-praktik politik yang dijalankan Jokowi dan keluarganya sudah tidak lagi sejalan dengan cita-cita partai yang telah diperjuangkan sejak masa Bung Karno. "Sehingga itulah yang terjadi, dan kemudian kita melihat bagaimana ambisi kekuasaan ternyata juga tidak pernah berhenti," ujarnya.
Lihat Juga :