Pandangan Rhenald Kasali Atas Tindakan Gus Miftah yang Mengolok-olok Penjual Es Teh Sunhaji
Jum'at, 06 Desember 2024 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Dia menilai saat ini tumbuh cancel culture. "Masyarakat itu bisa marah melihat orang-orang seperti ini. Jadi, sebetulnya mereka bisa di-cancel. Di Korea, kalau kita lihat, di Jepang, orang-orang seperti itu melakukan kesalahan dan brutal meski minta maaf itu sudah tidak bisa kembali lagi," ujarnya.
"TV tidak mengundang, kemudian pembuat acara tidak mengundang. Kalau kita, ini dipolitisir malah bisa dipakai, dikapitalisir oleh partai politik karena punya massa banyak. Coba pikirkan kembali terhadap tokoh-tokoh seperti ini. Apakah layak untuk kita taruh di hadapan publik?" kata Rhenald.
Menyikapi itu, telah terjadi pengerahan buzzer oleh tokoh saat ini. Rhenald juga mengaku telah mengalami serangan buzzer akibat mengingatkan tokoh.
"Saya berapa kali mengingatkan tokoh-tokoh yang bicaranya tidak baik, yang menghina orang lain. Saya ingatkan, tetapi saya juga diserang buzzer. Wah, buzzernya ini banyak sekali," ucapnya.
"TV tidak mengundang, kemudian pembuat acara tidak mengundang. Kalau kita, ini dipolitisir malah bisa dipakai, dikapitalisir oleh partai politik karena punya massa banyak. Coba pikirkan kembali terhadap tokoh-tokoh seperti ini. Apakah layak untuk kita taruh di hadapan publik?" kata Rhenald.
Menyikapi itu, telah terjadi pengerahan buzzer oleh tokoh saat ini. Rhenald juga mengaku telah mengalami serangan buzzer akibat mengingatkan tokoh.
"Saya berapa kali mengingatkan tokoh-tokoh yang bicaranya tidak baik, yang menghina orang lain. Saya ingatkan, tetapi saya juga diserang buzzer. Wah, buzzernya ini banyak sekali," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :