Kolaborasi Indonesia dan Australia Perkuat Ekosistem Ekraf
Kamis, 05 Desember 2024 - 13:31 WIB
loading...
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/KaBekraf) Teuku Riefky Harsya melakukan pertemuan dengan Menteri Imigrasi, Kewarganegaraan, dan Urusan Multikultural Australia Tony Burke. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/KaBekraf) Teuku Riefky Harsya melakukan pertemuan dengan Menteri Imigrasi, Kewarganegaraan, dan Urusan Multikultural Australia Tony Burke dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams. Riefky menerima kunjungan Tony Burke dan Penny Williams di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (3/12/2024).
Pertemuan itu membahas potensi kerja sama dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) sebagai new engine of growth. Dalam kesempatan itu, Riefky menyampaikan bahwa ikatan kedua negara perlu semakin diperkuat agar terjalin kerja sama yang saling menguntungkan.
"Dengan penuh keyakinan, saya dapat mengatakan betapa luar biasanya hubungan, komitmen, dan ikatan antara kedua pihak dalam memperkuat dan menjalin kerja sama yang saling menguntungkan," kata Riefky.
Baca juga: Kemenekraf Gandeng BRIN Bikin Kebijakan Berbasis Penelitian
Dalam pertemuan itu, Menekraf Riefky menyampaikan bahwa pemerintah menaruh perhatian khusus bagi ekonomi kreatif dan menjadikannya sebagai new engine of growth. Selain itu, momentum ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Indonesia memiliki sebuah kementerian khusus yang menangani ekonomi kreatif.
"Secara kelembagaan, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Indonesia kita memiliki institusi kementerian tunggal yang menangani ekonomi kreatif. Hal ini mencerminkan prioritas pemerintah kami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industri kreatif sebagai new engine of growth," ungkap Menekraf Riefky.
Sementara itu, Tony Burke mengucapkan selamat dan mengapresiasi Pemerintah Republik Indonesia yang telah membentuk kementerian khusus yang menangani ekraf. Dia menilai, banyak orang yang menggantungkan hidupnya di sektor ini perlu difokuskan.
Pertemuan itu membahas potensi kerja sama dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) sebagai new engine of growth. Dalam kesempatan itu, Riefky menyampaikan bahwa ikatan kedua negara perlu semakin diperkuat agar terjalin kerja sama yang saling menguntungkan.
"Dengan penuh keyakinan, saya dapat mengatakan betapa luar biasanya hubungan, komitmen, dan ikatan antara kedua pihak dalam memperkuat dan menjalin kerja sama yang saling menguntungkan," kata Riefky.
Baca juga: Kemenekraf Gandeng BRIN Bikin Kebijakan Berbasis Penelitian
Dalam pertemuan itu, Menekraf Riefky menyampaikan bahwa pemerintah menaruh perhatian khusus bagi ekonomi kreatif dan menjadikannya sebagai new engine of growth. Selain itu, momentum ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Indonesia memiliki sebuah kementerian khusus yang menangani ekonomi kreatif.
"Secara kelembagaan, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Indonesia kita memiliki institusi kementerian tunggal yang menangani ekonomi kreatif. Hal ini mencerminkan prioritas pemerintah kami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industri kreatif sebagai new engine of growth," ungkap Menekraf Riefky.
Sementara itu, Tony Burke mengucapkan selamat dan mengapresiasi Pemerintah Republik Indonesia yang telah membentuk kementerian khusus yang menangani ekraf. Dia menilai, banyak orang yang menggantungkan hidupnya di sektor ini perlu difokuskan.
Lihat Juga :