Pemberian Kartu Prakerja Bisa Dilakukan Sistem Kuota

Sabtu, 02 Mei 2020 - 18:51 WIB
loading...
Pemberian Kartu Prakerja...
Program Kartu Prakerja dapat dilakukan dengan sistem kuota untuk memberikan pemerataan kepada masyarakat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Keberadaan Kartu Prakerja mendapat sambutan positif sebagian besar masyarakat. Ini membuktikan bahwa Kartu Prakerja memang dibutuhkan. Kebijakan pemerintah menerapkan program ini juga terus menuai pujian. (Baca juga: Kartu Prakerja Didesain Tidak untuk Kondisi Pandemi Covid-19)

"Kebijakan pemerintah ini sudah tepat. Saya ingin sampaikan kebutuhan manusia itu tidak sekedar makanan untuk menjamin kelangsungan hidup. Tetapi juga butuh pekerjaan bukan saja sebagai sumber penghasilan tapi juga menjaga harkat," ujar Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Muhammad Sarmuji, Jumat (1/5/2020). (Baca juga: Sudah Disiapkan Sejak Lama, Kartu Prakerja Tak Perlu Dibatalkan)

Dia menilai, program Kartu Prakerja menjaga harapan bagi mereka yang memandang pekerjaan sebagai bagian penting dari kehidupan. Mengingat strategisnya Kartu Prakerja tersebut Sarmuji mengharapkan penerapannya bisa dilakukan secara tepat. "Saya bertemu dengan beberapa kepala daerah di Jawa Timur. Mereka mengapresiasi program ini. Tetapi, mereka juga memberi masukan agar program Kartu Prakerja ini diterapkan melalui sistem kuota," tegas Sarmuji.

Dengan sistem kuota, sambung dia, bisa menghindari aksi saling mendahului dalam mengakses program tersebut. Sistem kuota juga dinilai mampu menunjang aspek pemerataan. Di samping itu, bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menutup celah persaingan bebas melalui sistem teknologi dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan.

Menurut dia, manusia yang tidak punya pekerjaan, selain tidak bisa mencukupi hidupnya juga terancam harkat kemanusiaannya. Menyitir salah satu puisi Kahlil Gibran, penyair besar kelahiran Libanon. Sarmuji mengatakan, Kahlil Gibran memuji kerja sebagai sesuatu yang luar biasa. "Dengan menyibukkan dirimu dalam kerja, engkau telah mencintai kehidupan. Kerja adalah cinta yang mewujud,” ucapnya.

Politisi kelahiran Surabaya itu menambahkan, upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sudah sangat baik. Bagi mereka yang membutuhkan bantuan makanan sudah ada kartu sembako. Bahkan, Program Keluarga Harapan (PKH) juga ditingkatkan baik nominal maupun jumlah. PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin. "Bagi mereka yang putus kerja, dan yang akan bekerja, mereka membutuhkan tambahan keahlian agar pascapandemi Corona mereka siap kembali bekerja," kata Sarmuji.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
BTS Jadi Tamu Kehormatan...
BTS Jadi Tamu Kehormatan Argentina Jelang Konser Oktober Mendatang
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Kanada vs Maroko: Mampukah...
Kanada vs Maroko: Mampukah The Canucks Akhiri Kutukan?
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved