Wamen PPA Veronica Tan: Perempuan Mandiri Cenderung Berani Speak Up

Minggu, 01 Desember 2024 - 17:34 WIB
loading...
Wamen PPA Veronica Tan:...
Wakil Menteri (Wamen) PPA, Veronica Tan menyatakan bahwa kemandirian perempuan secara ekonomi berpengaruh terhadap sikap perempuan yang berani speak up. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kemandirian perempuan secara ekonomi berpengaruh terhadap sikap perempuan yang berani speak up. Sikap ini dibutuhkan manakala terjadi kekerasan, ketidakadilan, atau pelecehan terhadap perempuan.

Hal itu dikatakan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPA) Veronica Tan dalam Diskusi Empowerment Talk bertajuk "Perempuan Berdaya, Bangsa Berjaya: Menuju Indonesia Emas 2045" yang digelar DPP Perempuan Bangsa, dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-V di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (30/11/2024).

Baca juga: 2 Hadis tentang Kemandirian sebagai Karakter Perempuan di Era Rasulullah SAW

"Jadi permasalahan itu bagaimana membuat ekonomi perempuan itu harus ada dulu. Kalau ekonomi perempuan ada, berdaya, dia mandiri sendiri saya yakin dia akan berani speak up," kata Veronica Tan, dikutip Minggu (1/12/2024)

Menurut Vero, kebanyakan perempuan bergantung pada suami atau pihak lain. Perempuan Indonesia kebanyakan sangat lemah dari sisi ekonomi, sehingga mereka bergantung kepada orang-orang terdekat, khususnya suami.



Ketergantungan ekonomi perempuan menjadi akar utama permasalahan.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi Gerindra, Rahayu Saraswati juga turut menyoroti keterbatasan Kementerian PPA dalam memberdayakan perempuan.

Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Ketemu Mantan Musuh Bebuyutan Bong Kee Chok saat Reuni

Rahayu menekankan pemberdayaan perempuan tidak hanya menjadi tugas Kementerian PPA.

"Kementerian PPA tidak punya wewenang memberdayakan langsung. Kalau butuh dukungan UMKM, itu wewenang kementerian UMKM. Kalau ketenagakerjaan, itu ada Kemnaker," katanya.

Selain itu, Rahayu mengingatkan pentingnya pendidikan bagi perempuan sebagai upaya untuk mengatasi kekerasan yang kerap terjadi terhadap perempuan.

Rahayu mengajak perempuan untuk tak khawatir berkiprah dalam dunia politik. Rahayu menuturkan hal itu perlu untuk mengupayakan hak-hak perempuan.

"Sebenarnya terkadang urusan politik ini sebagai banyak orang mengatakan bahwa jangan di politik, politik itu adalah daerah yang kotor sehingga perempuan tidak bisa di situ," ucapnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengajak perempuan untuk tak khawatir berkiprah dalam dunia politik. Dia menuturkan hal itu perlu untuk mengupayakan hak-hak perempuan.

"Sebenarnya terkadang urusan politik ini sebagai banyak orang mengatakan jangan di politik, politik itu adalah daerah yang kotor sehingga perempuan tidak bisa di situ," ucap Ninik.

Padahal, kalau di politik, kalau saya ingin mengkaitkan dengan agama, sekali kita melakukan hal baik di politik itu jangka panjang yang akan kita lakukan," pungkasnya.

Kegiatan Diskusi ini merupakan rangkaian kegiatan menjelang Munas Perempuan Bangsa. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perempuan Bangsa Siti Mukaromah mengatakan, dengan kondisi masih banyaknya angka kekerasan, peran organisasi perempuan sangat strategis.

"Gerakan dan organisasi perempuan sangat strategis dan masih diperlukan untuk fungsi advokasi dan pemberdayaan," papar Erma.

Menurut Erma, Perempuan Bangsa selama ini menjalankan peran tersebut. Ke depan perlu melakukan penguatan kader untuk melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat khususnya perempuan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membangun Ekosistem...
Membangun Ekosistem Haji Masa Depan: Ramah Perempuan, Lansia, Difabel dan Lingkungan
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
Pendampingan PNM Mekaar...
Pendampingan PNM Mekaar Antar Perempuan UMKM Raih Prestasi Nasional
Kolaborasi PNM dan MES...
Kolaborasi PNM dan MES Tingkatkan Kesejahteraan Perempuan lewat Program Mba Maya
Rustini Muhaimin Ajak...
Rustini Muhaimin Ajak Perempuan dan Generasi Muda Rawat Ekosistem Alam
Menteri PPPA Minta Maaf...
Menteri PPPA Minta Maaf soal Usul Gerbong KRL Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
Rekomendasi
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Berita Terkini
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved