110 Juta Orang Bergerak di Nataru, DPR Minta Antisipasi Kemacetan di Jalur Wisata

Senin, 25 November 2024 - 09:48 WIB
loading...
110 Juta Orang Bergerak...
Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda mengingatkan kepada pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi kepadatan di jalur-jalur wisata pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda mengingatkan kepada pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi kepadatan di jalur-jalur wisata pada libur Natal dan Tahun Baru ( Nataru ). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sebanyak 110 juta orang bakal melakukan perjalanan selama liburan akhir tahun 2024.

“Kami meminta kepadatan di jalur wisata harus mendapat perhatian khusus, baik di akses menuju lokasi wisata maupun di destinasinya sendiri. Jangan sampai kemacetan luar biasa ke arah Puncak Bogor atau akses ke Bandara Ngurah Rai Bali di periode Nataru 2023 kembali berulang,” kata Syaiful Huda, Senin (25/11/2024).

Berdasarkan survei Kemenhub diprediksi bakal ada 110,60 juta orang melakukan perjalanan selama libur Nataru 2024. Sebagian besar pergerakan orang bakal terjadi di Pulau Jawa. Data survei juga menyebutkan puncak arus pergi terjadi pada 24 Desember 2024 dan 31 Desember 2024, sedangkan arus balik terjadi pada 1 dan 2 Januari 2025.

Baca juga: Nataru 2024, Potensi Pergerakan Masyarakat Capai 110,67 Juta Orang



Huda mengatakan, kepadatan di jalur-jalur wisata selama Nataru dari tahun ke tahun terus meningkat. Meskipun tahu bakal macet, warga biasanya tidak mau melewatkan momentum liburan selama Nataru.

"Di wilayah anglomerasi, warga Jakarta dan sekitarnya biasanya berbondong-bondong mengisi liburan mereka ke wilayah Jawa Barat. Kemacetan biasanya terjadi di jalur puncak maupun jalur menuju Bandung dan sekitarnya. Kemacetan di jalur-jalur ini harus diantisipasi secara dini," ujarnya.

Kepadatan akses wisata terjadi, kata Huda, dipicu karena mayoritas pengguna jalan menggunakan kendaraan pribadi selama libur Nataru. Selain itu ketidaksiapan aparat dalam mengantisipasi berbagai rekayasa lalu lintas menjadi faktor terus terulangnya kemacetan di jalur-jalur wisata.

"Faktor pemicu ini harus diantisipasi sejak dini mulai dari menyiapkan berbagai opsi rekayasa lalu lintas seperti strategi one way, ganjil-genap, contra flow, car free night, maupun menyediakan angkutan gratis menuju akses wisata untuk menekan pemakaian kendaraan pribadi," katanya.

Huda juga meminta Kemenhub mengantisipasi puncak mudik Nataru dari Jakarta ke berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya pemerintah harus mengantisipasi potensi kemacetan di titik-titik sepanjang tol trans Jawa maupun kepadatan jalan arah pelabuhan maupun bandar udara.

"Strategi pengelolaan angkutan jalan, laut, maupun udara selama arus mudik Idul Fitri lalu yang relatif berhasil menjadi baseline kuat bagi Kemenhub untuk menyiapkan pengelolaan pergerakan masyarakat periode Nataru 2024 ini dengan lebih baik," katanya.

Politikus PKB ini mengingatkan pentingnya kelaikan moda transportasi selama arus Nataru. Antisipasi kelayakan moda transportasi ini bisa dilakukan melalui rampcheck untuk memastikan kondisi fisik kendaraan maupun kelengkapan administrasi.

"Selain itu, kelayakan fisik dan mental awak kendaraan juga penting sehingga Kemenhub bisa bekerjasama dengan pihak terkait melakukan tes narkoba maupun tes kesehatan lain bagi mereka," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Rekomendasi
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
Gilberto Mora Ukir Sejarah,...
Gilberto Mora Ukir Sejarah, Jadi Starter Termuda di Piala Dunia 2026
Ford Gunakan Beruang...
Ford Gunakan Beruang Raksasa untuk Menguji Kualitas F150
Berita Terkini
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved