Kemendikbud Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter Pancasila pada Pelajar
Senin, 31 Agustus 2020 - 09:46 WIB
loading...
A
A
A
‘’Para guru dan tenaga kependidikan benar-benar menerapkan kaidah-kaidah Pancasila, seperti toleransi terhadap keragaman, saling menolong, sering bermusyawarah dalam mengambil keputusan, berperilaku jujur dan adil dalam segala hal,” katanya ketika dihubungi kemarin.
Pancasila dan Milenial
Beberapa waktu lalu Puspeka Kemendikbud menggelar diskusi ‘Aku, Kamu, Dia dan Pancasila’ dalam rangka terus menanamkan nilai Pancasila. Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid selaku pembicara utama di diskusi tersebut menyampaikan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan cara kreatif agar generasi milenial dapat mengenali dan memahami nilai-nilai Pancasila secara sukarela. Hal tersebut penting, agar Pancasila sebagai dasar negara tidak dilupakan dan disepelekan oleh generasi baru anak bangsa.
Semangat gotong royong, ditambahkan Hilmar, harus diajarkan melalui praktik nyata dan bukan sekadar wacana, melalui kegiatan-kegiatan yang bernuansa kerja sama, dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Di tengah masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, banyak anak muda memiliki inisiatif yang besar untuk bergotong royong membantu masyarakat yang terdampak wabah ini. “Ini adalah bukti konkret kesadaran anak muda dalam mengamalkan nilai gotong royong di kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Hilmar menjelaskan bahwa semangat gotong royong dapat menentukan seberapa cepat bangsa Indonesia dapat menyelesaikan segenap masalah yang sedang dialami saat ini.
“Kemampuan kita untuk berkolaborasi, mengesampingkan berbagai macam perbedaan, dan mengedepankan tujuan bersama akan membantu Indonesia pulih semakin cepat, bahkan membawa Indonesia semakin maju,” jelas Hilmar.
Pancasila dan Milenial
Beberapa waktu lalu Puspeka Kemendikbud menggelar diskusi ‘Aku, Kamu, Dia dan Pancasila’ dalam rangka terus menanamkan nilai Pancasila. Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid selaku pembicara utama di diskusi tersebut menyampaikan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan cara kreatif agar generasi milenial dapat mengenali dan memahami nilai-nilai Pancasila secara sukarela. Hal tersebut penting, agar Pancasila sebagai dasar negara tidak dilupakan dan disepelekan oleh generasi baru anak bangsa.
Semangat gotong royong, ditambahkan Hilmar, harus diajarkan melalui praktik nyata dan bukan sekadar wacana, melalui kegiatan-kegiatan yang bernuansa kerja sama, dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Di tengah masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, banyak anak muda memiliki inisiatif yang besar untuk bergotong royong membantu masyarakat yang terdampak wabah ini. “Ini adalah bukti konkret kesadaran anak muda dalam mengamalkan nilai gotong royong di kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Hilmar menjelaskan bahwa semangat gotong royong dapat menentukan seberapa cepat bangsa Indonesia dapat menyelesaikan segenap masalah yang sedang dialami saat ini.
“Kemampuan kita untuk berkolaborasi, mengesampingkan berbagai macam perbedaan, dan mengedepankan tujuan bersama akan membantu Indonesia pulih semakin cepat, bahkan membawa Indonesia semakin maju,” jelas Hilmar.
(atk)