Maju Jadi Calon Pemimpin PII, Prof ATM Bertekad Bangun Peradaban Keinsinyuran Humanis
Rabu, 20 November 2024 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
Ayah tiga anak ini mengatakan, pentingnya menempatkan manusia dan nilai kemanusiaan dalam praktik keinsinyuran. Jika manusia dan nilai kemanusiaan diabaikan, maka cita-cita terwujudnya Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi sebatas mimpi.
Menurut dia, yang dikelola PII adalah para insinyur atau manusia yang akan terjun di berbagai lini kehidupan, dan berkarya baik di perusahaan, pemerintahan, ataupun sebagai peneliti/akademisi.
Ketua Forum Penilai Ahli Kegagalan Bangunan ini melihat ada banyak malapraktik dalam praktik keinsinyuran yang membawa dampak kerusakan baik kerusakan jasmani maupun rohani.
"Saya ingin memperjuangkan hal itu, bagaimana membawa kesadaran kepada para insinyur Indonesia bahwa ilmu pengetahuan yang dia praktikkan harus mengedepankan nilai kemanusiaan. Dan tidak boleh ada malapraktik," ucapnya.
Sehingga menjadi misinya untuk membawa PII yang sudah berdiri sejak 23 Mei 1952 ini untuk selalu mengingatkan para insinyur Indonesia untuk selalu memegang tinggi etika profesi.
Jika terpilih Prof ATM berjanji akan membangun peradaban insinyur yang:
1. Humanistik berintegritas, adaptif, futuristik, yang berkarakter dan bermoral dalam praktik keinsinyuran;
2. Mengedepankan kepedulian, dan tanggung jawab terhadap nilai manusia dan kemanusiaan, serta menjaga harkat dan martabat insinyur dalam bingkai kesetaraan;
3. Membudayakan kepatuhan etika profesi dalam praktik keinsinyuran.
4. Memberdayakan badan kejuruan, wilayah, dan cabang dalam tata kelola yang lebih luas dan kolaborasi eksternal secara berkelanjutan.
5. Mampu menjawab tantangan transformasi dan daya saing yang memenuhi standar kompetensi keinsinyuran internasional;
6. Memperjuangkan kepastian hukum dalam peningkatan remunerasi dan kesejahteraan atas kepemilikan STRI (Surat Tanda Registrasi Insinyur)
Prof ATM melihat secara organisasi PII belum sepenuhnya menjalankan amanat yang digariskan UU. Dia juga melihat penghargaan terhadap keahlian masih kurang. Upaya untuk menuntaskan dua hal inilah dia tuangkan dalam program kerjanya.
Menurut dia, yang dikelola PII adalah para insinyur atau manusia yang akan terjun di berbagai lini kehidupan, dan berkarya baik di perusahaan, pemerintahan, ataupun sebagai peneliti/akademisi.
Ketua Forum Penilai Ahli Kegagalan Bangunan ini melihat ada banyak malapraktik dalam praktik keinsinyuran yang membawa dampak kerusakan baik kerusakan jasmani maupun rohani.
"Saya ingin memperjuangkan hal itu, bagaimana membawa kesadaran kepada para insinyur Indonesia bahwa ilmu pengetahuan yang dia praktikkan harus mengedepankan nilai kemanusiaan. Dan tidak boleh ada malapraktik," ucapnya.
Sehingga menjadi misinya untuk membawa PII yang sudah berdiri sejak 23 Mei 1952 ini untuk selalu mengingatkan para insinyur Indonesia untuk selalu memegang tinggi etika profesi.
Jika terpilih Prof ATM berjanji akan membangun peradaban insinyur yang:
1. Humanistik berintegritas, adaptif, futuristik, yang berkarakter dan bermoral dalam praktik keinsinyuran;
2. Mengedepankan kepedulian, dan tanggung jawab terhadap nilai manusia dan kemanusiaan, serta menjaga harkat dan martabat insinyur dalam bingkai kesetaraan;
3. Membudayakan kepatuhan etika profesi dalam praktik keinsinyuran.
4. Memberdayakan badan kejuruan, wilayah, dan cabang dalam tata kelola yang lebih luas dan kolaborasi eksternal secara berkelanjutan.
5. Mampu menjawab tantangan transformasi dan daya saing yang memenuhi standar kompetensi keinsinyuran internasional;
6. Memperjuangkan kepastian hukum dalam peningkatan remunerasi dan kesejahteraan atas kepemilikan STRI (Surat Tanda Registrasi Insinyur)
Program Kerja
Untuk mewujudkan misinya, Prof ATM telah merumuskan program kerja yang diberinya tajuk “Dasa Karsa” atau sepuluh kehendak yang ingin diwujudkannya dalam tiga tahun kepemimpinannya.Prof ATM melihat secara organisasi PII belum sepenuhnya menjalankan amanat yang digariskan UU. Dia juga melihat penghargaan terhadap keahlian masih kurang. Upaya untuk menuntaskan dua hal inilah dia tuangkan dalam program kerjanya.
Lihat Juga :