Kepala BPOM Beri Kuliah Era Baru Pengobatan Kanker Berbasis Farmakologi Sel dan Genetik di Harvard University
Rabu, 20 November 2024 - 15:35 WIB
loading...
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar memberikan kuliah soal era baru pengobatan kanker di Harvard University. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyebut Farmakologi Terapi berbasis sel dan genetik merupakan upaya terapeutik spektakuler yang akan menjadi teknik terpenting dalam pengobatan penyakit degeneratif dan penyakit keganasan di masa depan. Terutama untuk penyakit kanker dan kelainan bawaan atau genetik
Hal itu disampaikan Taruna Ikrar di hadapan guru besar, dosen, dan mahasiswa di Harvard Medical School, Harvard University yang digelar di Aula Massachusetts General Hospital, Boston, USA, Rabu (20/11/2024).
Taruna menjelaskan, penerapan terapi ini telah menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan, dan sebagian masih dalam tahap penelitian untuk memastikan keamanannya serta efektivitas, serta mengurangi adverse reactions. Melihat kenyataan di atas pada uji klinis glioblastoma (kanker otak), di masa depan terapi sel dan genetik menjadi penemuan terpenting dalam sejarah pengobatan dunia kedokteran.
Baca juga: Kabar Baik untuk Penderita Kanker, Indonesia Kini Miliki Teknologi Deteksi Dini
“Ini menjadi harapan baru bagi jutaan penderita penyakit herediter dan degeneratif yang selama ini tidak ada obatnya Namun, investigasi jangka panjang juga diperlukan untuk memastikan sel basal yang ditransplantasikan bebas dari mutasi, bahwa sel tersebut tertanam secara stabil dan bahwa fungsi otak dapat dipertahankan,” kata Taruna.
Hal itu disampaikan Taruna Ikrar di hadapan guru besar, dosen, dan mahasiswa di Harvard Medical School, Harvard University yang digelar di Aula Massachusetts General Hospital, Boston, USA, Rabu (20/11/2024).
Taruna menjelaskan, penerapan terapi ini telah menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan, dan sebagian masih dalam tahap penelitian untuk memastikan keamanannya serta efektivitas, serta mengurangi adverse reactions. Melihat kenyataan di atas pada uji klinis glioblastoma (kanker otak), di masa depan terapi sel dan genetik menjadi penemuan terpenting dalam sejarah pengobatan dunia kedokteran.
Baca juga: Kabar Baik untuk Penderita Kanker, Indonesia Kini Miliki Teknologi Deteksi Dini
“Ini menjadi harapan baru bagi jutaan penderita penyakit herediter dan degeneratif yang selama ini tidak ada obatnya Namun, investigasi jangka panjang juga diperlukan untuk memastikan sel basal yang ditransplantasikan bebas dari mutasi, bahwa sel tersebut tertanam secara stabil dan bahwa fungsi otak dapat dipertahankan,” kata Taruna.
Lihat Juga :