Reaksi Panglima TNI soal Insiden Penyerangan Mapolsek Ciracas
Minggu, 30 Agustus 2020 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
"Hal itulah yang menjadikan titik awal pendalaman oleh Komandan Garnizun untuk memanggil saksi-saksi diantaranya adalah 12 orang yang sudah diperiksa dan tadi pagi tiga orang sudah mengakui melakukan pengerusakan sepeda motor dan kendaraan," kata Panglima dalam keterangan pers Puspen TNI, Minggu (30/8/2020).
Panglima menjelaskan bahwa dari data-data di lapangan, baik CCTV yang pertama terkait kecelakaan tunggal yang menimpa prajurit MI dan CCTV yang kedua terkait pengerusakan, semuanya sudah diambil oleh Denpom TNI.
"Dalam rekaman CCTV yang kedua ketika terjadi pengerusakan terlihat ada sepeda motor dengan dua orang yang diduga kuat melakukan pengerusakan. Sementara itu 27 orang yang ada di handphone prajurit TNI juga akan terus dilakukan pemeriksaan," tuturnya. (Baca juga: Selain Dipecat, Prajurit AD yang Terbukti Merusak Polsek Ciracas Dipaksa Ganti Rugi )
Panglima TNI mengingatkan kepada seluruh masyarakat, TNI maupun Polri agar tidak mudah terhasut apabila ada berita-berita yang belum tentu kebenarannya seperti yang terjadi di Pasar Rebo dan Ciracas yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan semuanya sudah bisa diselesaikan dengan baik dalam arti kata dalam penyelidikan dan tentunya nantinya hasil dari pemeriksaan tersebut Puspom TNI akan memberikan informasi kepada rekan-rekan media.
Panglima menjelaskan bahwa dari data-data di lapangan, baik CCTV yang pertama terkait kecelakaan tunggal yang menimpa prajurit MI dan CCTV yang kedua terkait pengerusakan, semuanya sudah diambil oleh Denpom TNI.
"Dalam rekaman CCTV yang kedua ketika terjadi pengerusakan terlihat ada sepeda motor dengan dua orang yang diduga kuat melakukan pengerusakan. Sementara itu 27 orang yang ada di handphone prajurit TNI juga akan terus dilakukan pemeriksaan," tuturnya. (Baca juga: Selain Dipecat, Prajurit AD yang Terbukti Merusak Polsek Ciracas Dipaksa Ganti Rugi )
Panglima TNI mengingatkan kepada seluruh masyarakat, TNI maupun Polri agar tidak mudah terhasut apabila ada berita-berita yang belum tentu kebenarannya seperti yang terjadi di Pasar Rebo dan Ciracas yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan semuanya sudah bisa diselesaikan dengan baik dalam arti kata dalam penyelidikan dan tentunya nantinya hasil dari pemeriksaan tersebut Puspom TNI akan memberikan informasi kepada rekan-rekan media.
(dam)