Pameran Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku: Interpretasi Makna Kepahlawanan
Selasa, 12 November 2024 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Maka tak jarang, ada seniman yang kurang beruntung dan terpaksa menjalani masa tua dalam kondisi yang memprihatinkan. Kondisi seperti itu menjadi alasan utama mengapa seorang seniman harus memiliki support system yang bisa mengembangkan sisi ekonominya.
”Entah itu pasangan, keluarga atau galeri, agar seniman bisa berfokus berkarya sebebasnya, sementara valuasi karyanya pun dapat terus meningkat di pasar seni,” ujar Maruarar yang terlihat sempat berbelanja beberapa karya yang disukainya seusai membuka acara.
Seperti yang tertera pada penjelasan mengenai sketsa Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku itu, lukisan “Mengatur Siasat” merupakan sebuah karya monumental dari S. Sudjojono yang kini menjadi salah satu aset seni bangsa Indonesia yang tersimpan di Istana Kepresidenan di Bogor.
Dikuratori Rizki Zaelani, pameran di Galeri Zen 1 ini menampilkan karya-karya dari Andang Iskandar, Arafura, Chusin Setiadikara, Ida Bagus Purwa, Nuraeni Hendra Gunawan, Oco Santoso, Ronald Apriyan, S. Dwi Stya Acong, Teja Astawa, Toni Antonius, dan Ugo Untoro. Oleh Rizki, para seniman diminta untuk merespons sketsa yang kini merupakan koleksi Daniel Ginting tersebut dan menuangkan interpretasi mereka atas makna pahlawan dan Tanah Air dalam konteks masa kini.
Terdapat pula karya fotografi yang dicetak di atas aluminium yang melihat tindakan kepahlawanan dan bela negara. Sementara sebuah karya instalasi video juga dihadirkan Arafura Media Design yang membuat 45 interpretasi gambar digital yang dapat dialami secara interaktif oleh para pengunjung.
”Entah itu pasangan, keluarga atau galeri, agar seniman bisa berfokus berkarya sebebasnya, sementara valuasi karyanya pun dapat terus meningkat di pasar seni,” ujar Maruarar yang terlihat sempat berbelanja beberapa karya yang disukainya seusai membuka acara.
Seperti yang tertera pada penjelasan mengenai sketsa Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku itu, lukisan “Mengatur Siasat” merupakan sebuah karya monumental dari S. Sudjojono yang kini menjadi salah satu aset seni bangsa Indonesia yang tersimpan di Istana Kepresidenan di Bogor.
Dikuratori Rizki Zaelani, pameran di Galeri Zen 1 ini menampilkan karya-karya dari Andang Iskandar, Arafura, Chusin Setiadikara, Ida Bagus Purwa, Nuraeni Hendra Gunawan, Oco Santoso, Ronald Apriyan, S. Dwi Stya Acong, Teja Astawa, Toni Antonius, dan Ugo Untoro. Oleh Rizki, para seniman diminta untuk merespons sketsa yang kini merupakan koleksi Daniel Ginting tersebut dan menuangkan interpretasi mereka atas makna pahlawan dan Tanah Air dalam konteks masa kini.
Terdapat pula karya fotografi yang dicetak di atas aluminium yang melihat tindakan kepahlawanan dan bela negara. Sementara sebuah karya instalasi video juga dihadirkan Arafura Media Design yang membuat 45 interpretasi gambar digital yang dapat dialami secara interaktif oleh para pengunjung.
Lihat Juga :