Atasi Masalah Pendidikan dengan Dana Abadi, BWI Dorong Kampus Jadi Nazhir Wakaf
Rabu, 06 November 2024 - 23:03 WIB
loading...
Badan Wakaf Indonesia mendorong kampus menjadi nazhir wakaf untuk mewujudkan dana abadi pendidikan. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Wakaf Indonesia (BWI) mendorong kampus-kampus menjadi nazhir wakaf . Hal itu penting untuk mewujudkan dana abadi pendidikan berbasis wakaf.
Hal tersebut disampaikan Ketua BWI Kamaruddin Amin saat menyampaikan pidato di acara Waqf Goes to Campus (WGTC) XIV Solo Raya di Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (6/11/2024)
Kamaruddin mengatakan, berharap suatu saat UNS dan kampus-kampus yang ada di sekitarnya termasuk UIN menjadi nadzir wakaf uang. Diharapkan kampus-kampus bisa mengumpulkan kebaikan-kebaikan yang ada pada mahasiswa, dosen, dan masyarakat sehingga kampus di Indonesia betul-betul berdaya.
Baca juga: Ketua BWI: Hasil Kelola Wakaf Bisa Bantu Program Makan Bergizi Gratis
"Jadi nanti mengajak mahasiswa, mengajak para dosen, para guru dan juga masyarakat untuk membuat sebuah platform yang kita sebut dengan dana abadi pendidikan tapi basisnya wakaf, karena dana LPDP kita belum bisa memberikan beasiswa kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Kamaruddin, Rabu (6/11/2024)
Kamaruddin mengatakan, Indonesia butuh platform dan resources yang baru. Mudah-mudahan dana abadi berbasis wakaf bisa menjadi salah satu solusi terhadap persoalan pendidikan yang ada di Indonesia ini. Kamaruddin mengungkapkan, kontribusi wakaf yang di dunia barat disebut sebagai endowment fund itu sungguh sangat sentral dan sangat penting sekali.
Baca juga: Gelar Harlah, BWI Optimalkan Potensi Wakaf Uang Rp180 Triliun
Hal tersebut disampaikan Ketua BWI Kamaruddin Amin saat menyampaikan pidato di acara Waqf Goes to Campus (WGTC) XIV Solo Raya di Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (6/11/2024)
Kamaruddin mengatakan, berharap suatu saat UNS dan kampus-kampus yang ada di sekitarnya termasuk UIN menjadi nadzir wakaf uang. Diharapkan kampus-kampus bisa mengumpulkan kebaikan-kebaikan yang ada pada mahasiswa, dosen, dan masyarakat sehingga kampus di Indonesia betul-betul berdaya.
Baca juga: Ketua BWI: Hasil Kelola Wakaf Bisa Bantu Program Makan Bergizi Gratis
"Jadi nanti mengajak mahasiswa, mengajak para dosen, para guru dan juga masyarakat untuk membuat sebuah platform yang kita sebut dengan dana abadi pendidikan tapi basisnya wakaf, karena dana LPDP kita belum bisa memberikan beasiswa kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Kamaruddin, Rabu (6/11/2024)
Kamaruddin mengatakan, Indonesia butuh platform dan resources yang baru. Mudah-mudahan dana abadi berbasis wakaf bisa menjadi salah satu solusi terhadap persoalan pendidikan yang ada di Indonesia ini. Kamaruddin mengungkapkan, kontribusi wakaf yang di dunia barat disebut sebagai endowment fund itu sungguh sangat sentral dan sangat penting sekali.
Baca juga: Gelar Harlah, BWI Optimalkan Potensi Wakaf Uang Rp180 Triliun
Lihat Juga :